Poin Kunci Artikel Ini
- OAE adalah pemeriksaan non-invasif yang aman untuk bayi baru lahir
- Prosedur ini selesai dalam beberapa menit tanpa efek samping
- Deteksi dini gangguan pendengaran memungkinkan intervensi lebih awal
- Hasil normal tidak selalu menjamin pendengaran sempurna seumur hidup
Apa Itu Skrining Pendengaran Bayi (OAE)?
Otoacoustic Emissions (OAE) adalah pemeriksaan untuk mendeteksi kemampuan pendengaran bayi sejak dini. Prosedur ini mengukur respons telinga bagian dalam (koklea) terhadap suara. Saat telinga bayi berfungsi normal, koklea menghasilkan gelombang suara halus yang dapat ditangkap alat khusus. Tes ini disebut "skrining" karena tujuannya mengidentifikasi bayi yang memerlukan pemeriksaan pendengaran lebih lanjut, bukan mendiagnosis penyakit tertentu.
OAE berbeda dengan tes pendengaran pada orang dewasa. Prosedur ini tidak meminta bayi merespons perintah atau menekan tombol. Alih-alih, alat kecil dimasukkan ke dalam telinga bayi untuk merekam sinyal otomatis dari telinga dalam. Pemeriksaan ini sangat cocok untuk bayi baru lahir hingga usia beberapa bulan, karena tidak invasif dan dapat dilakukan dengan cepat.
Untuk Siapa Pemeriksaan OAE?
Skrining pendengaran bayi dengan OAE direkomendasikan untuk semua bayi baru lahir di rumah sakit. Namun, beberapa bayi memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pendengaran dan sebaiknya diperiksa lebih seksama:
- Bayi lahir prematur (usia kehamilan kurang dari 37 minggu)
- Bayi dengan berat badan lahir sangat rendah
- Bayi yang memerlukan perawatan intensif atau transfusi darah
- Bayi dengan riwayat keluarga gangguan pendengaran
- Bayi ibu hamil yang mengalami infeksi tertentu (misalnya rubella, CMV)
- Bayi dengan kelainan wajah atau telinga
Persiapan Pemeriksaan
Persiapan untuk OAE sangat sederhana. Bayi tidak perlu berpuasa atau diberikan obat sebelumnya. Idealnya, bayi dalam keadaan tenang atau tidur saat pemeriksaan, karena gerakan berlebihan dapat mengganggu hasil. Jika bayi menangis atau bergerak aktif, petugas dapat menunggu hingga bayi tenang atau menjadwalkan ulang pemeriksaan.
Orang tua dapat menemani bayi selama prosedur dan tidak ada batasan khusus sebelum atau sesudah pemeriksaan. Bayi dapat langsung disusui atau diberi makan setelah selesai.
Tahapan Pemeriksaan OAE
Prosedur OAE berlangsung singkat, biasanya hanya 5–10 menit per telinga. Petugas audiologi akan menempatkan probe kecil (seperti earphone mini) yang steril ke saluran telinga bayi. Probe ini mengirimkan suara lembut dan merekam respons dari koklea. Bayi tidak akan merasa sakit atau tidak nyaman selama proses ini.
Alat secara otomatis menganalisis sinyal dan menampilkan hasil tes. Hasil biasanya dikategorikan "pass" (melewati tes) atau "refer" (memerlukan pemeriksaan lanjutan seperti BERA). Hasil "refer" bukan berarti bayi tuli; hanya berarti diperlukan konfirmasi dengan tes yang lebih detail.
Risiko dan Pemulihan
OAE adalah prosedur yang sangat aman. Tidak ada risiko cedera, infeksi, atau efek samping jangka panjang. Alat yang digunakan steril dan tidak menembus telinga bayi. Beberapa bayi mungkin sedikit terganggu jika probe terasa tidak nyaman, tetapi hal ini bersifat sementara dan tidak meninggalkan dampak. Bayi dapat beraktivitas normal segera setelah pemeriksaan selesai.
Alternatif Pemeriksaan Pendengaran Lainnya
Jika hasil OAE menunjukkan "refer" atau OAE tidak dapat dilakukan (misalnya bayi masih memiliki cairan di telinga), dokter mungkin merekomendasikan BERA (Brainstem Auditory Evoked Response). BERA lebih canggih dan dapat menilai fungsi saraf pendengaran. Tes ini juga aman dan dapat dilakukan pada bayi, meskipun memerlukan waktu lebih lama dan elektrod kecil di kulit.
Pada anak yang lebih besar, pemeriksaan audiometri bermain atau tes nada dapat digunakan untuk mengevaluasi pendengaran lebih detail.
Kapan Berkonsultasi dengan Dokter THT?
Segera konsultasikan ke spesialis THT jika hasil OAE menunjukkan "refer" atau jika bayi menunjukkan tanda-tanda gangguan pendengaran, seperti tidak memberikan respons terhadap suara keras, tidak menoleh ke arah suara, atau perkembangan bicara tertunda di usia lebih besar. Dokter THT akan melakukan pemeriksaan fisik telinga dan merekomendasikan tes penunjang jika diperlukan. Deteksi dan intervensi dini sangat penting untuk mendukung perkembangan berbicara dan pembelajaran anak.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang