Poin Kunci Artikel Ini
- BERA non-invasif, aman untuk bayi
- Merekam respons gelombang otak terhadap suara
- Mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini
- Tidak perlu persiapan khusus
Apa itu Pemeriksaan BERA?
BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry) adalah tes pendengaran yang menggunakan alat untuk merekam respons gelombang otak terhadap suara. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menempatkan elektrode kecil di kulit kepala Anda atau buah hati. Saat suara diputarkan melalui earphone, alat akan menangkap sinyal elektrik dari bagian otak yang menangani pendengaran. Tidak ada arus listrik yang masuk ke tubuh, jadi pemeriksaan ini sepenuhnya aman dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Untuk Siapa dan Kapan BERA Diperlukan?
BERA terutama direkomendasikan untuk:
- Bayi dan anak kecil yang tidak bisa melaporkan pendengaran mereka dengan cara konvensional
- Anak dengan perkembangan bicara yang tertinggal, terutama usia di bawah 3 tahun
- Dugaan tuli bawaan (kongenital) pada bayi
- Mengevaluasi gangguan pendengaran yang mungkin terkait dengan kelainan saraf pendengaran
- Anak dengan faktor risiko kehilangan pendengaran (infeksi saat hamil, berat badan lahir rendah, keluarga dengan riwayat tuli)
Dokter spesialis THT akan merekomendasikan BERA berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan awal. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan pada dewasa jika ada kekhawatiran terhadap kelainan saraf pendengaran.
Persiapan Sebelum Pemeriksaan BERA
Persiapan untuk BERA sangat sederhana dan tidak memerlukan tindakan khusus:
- Tidak perlu puasa atau menghindari makanan tertentu
- Anak boleh tidur sebelum pemeriksaan, karena BERA biasanya dilakukan saat pasien dalam kondisi rileks atau tidur
- Pakaian longgar dan nyaman untuk memudahkan penempatan elektrode
- Datang tepat waktu agar prosedur dapat dimulai dengan lancar
- Beri tahu dokter jika ada riwayat kejang atau kondisi medis lain
Durasi pemeriksaan biasanya 30-60 menit, tergantung keadaan pasien dan kualitas sinyal yang terekam.
Tahapan Pemeriksaan BERA di Klinik
Prosedur BERA dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
- Persiapan kulit: Area di kulit kepala tempat elektrode akan ditempeli dibersihkan dengan lembut untuk memastikan kontak yang baik.
- Penempatan elektrode: Elektrode kecil ditempel di beberapa titik di kepala, telinga, dan leher. Elektrode ini menangkap sinyal elektrik dari otak tanpa menyebabkan ketidaknyamanan berarti.
- Pemutaran suara: Suara dalam bentuk klik atau nada diputarkan melalui earphone atau speaker mini di dalam telinga. Intensitas dan frekuensi suara dapat disesuaikan.
- Perekaman respons: Komputer yang terhubung dengan elektrode merekam respons gelombang otak terhadap setiap suara yang diputarkan.
- Analisis: Setelah data terkumpul cukup, dokter menganalisis gelombang yang terekam untuk mengevaluasi fungsi pendengaran dan jalur saraf pendengaran.
Selama pemeriksaan, pasien harus tenang dan diam. Untuk bayi atau anak kecil, orang tua boleh menemani di ruangan. Suasana pemeriksaan disesuaikan agar pasien nyaman dan rileks.
Risiko dan Pemulihan
BERA adalah pemeriksaan yang sangat aman dengan risiko minimal. Beberapa hal yang mungkin dirasakan pasien:
- Elektrode mungkin sedikit terasa lengket atau tidak nyaman di kulit, terutama jika kulit sensitif, namun ini tidak menimbulkan luka atau meninggalkan bekas
- Suara yang diputarkan terasa keras bagi beberapa pasien, tapi ini hanya untuk memastikan alat merekam dengan baik
- Tidak ada efek samping jangka panjang atau komplikasi serius yang dilaporkan
Setelah pemeriksaan selesai, pasien langsung bisa beraktivitas normal tanpa pembatasan apapun. Tidak ada waktu pemulihan khusus yang diperlukan. Jika ada sisa lem dari elektrode di kulit, dapat dibersihkan dengan lembut menggunakan air hangat dan sabun.
Alternatif Pemeriksaan Pendengaran
Selain BERA, ada beberapa cara lain untuk mengevaluasi pendengaran:
- Audiometri nada murni: Pasien mendengarkan nada pada berbagai frekuensi dan memberi tahu dokter saat mendengar. Metode ini cocok untuk anak di atas 3-4 tahun yang sudah bisa berkomunikasi.
- Timpanometri dan reflek akustik: Pemeriksaan sederhana untuk menilai fungsi telinga tengah tanpa memerlukan respons aktif dari pasien.
- Otoacoustic emissions (OAE): Tes untuk mendeteksi fungsi telinga dalam dengan merekam suara yang dipancarkan oleh telinga dalam itu sendiri.
Dokter spesialis THT akan memilih metode pemeriksaan yang paling sesuai berdasarkan usia, kemampuan pasien, dan kondisi klinisnya. Untuk pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana BERA bekerja dan kondisi apa saja yang bisa dideteksinya, baca penjelasan lengkap mengenai pemeriksaan BERA.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter THT?
Segera buat janji dengan dokter spesialis THT jika Anda atau buah hati mengalami:
- Bayi tidak merespons suara atau panggilan nama (usia di atas 6-9 bulan)
- Perkembangan bicara lebih lambat dibanding anak seusia lainnya
- Sering meminta mengulang percakapan atau menyetel volume suara sangat tinggi
- Faktor risiko tuli bawaan atau gangguan pendengaran dalam keluarga
- Riwayat infeksi telinga berulang yang tidak kunjung membaik
Deteksi dini gangguan pendengaran sangat penting untuk memastikan perkembangan bicara dan bahasa yang normal pada anak-anak.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang