Poin Kunci Artikel Ini
- Tes BERA mengukur respons saraf pendengaran terhadap suara melalui sensor di kulit kepala
- Sangat aman, cocok sejak bayi baru lahir untuk deteksi dini gangguan pendengaran
- Tidak menyakitkan, tanpa radiasi, dan dapat langsung beraktivitas normal setelah pemeriksaan
- Hasil abnormal memerlukan konsultasi lebih lanjut dengan spesialis THT
Apa Itu BERA?
BERA adalah singkatan dari Brainstem Evoked Response Audiometry—tes pendengaran yang mengukur bagaimana saraf pendengaran Anda merespons suara. Berbeda dengan tes pendengaran biasa yang hanya mengecek berapa banyak suara yang Anda dengar, BERA melihat kecepatan dan kualitas sinyal listrik yang dikirim dari telinga ke otak.
Prosedur ini menggunakan elektrode (sensor kecil) yang ditempel di kulit kepala dan telinga. Melalui headphone khusus, telinga Anda akan dirangsang dengan bunyi berupa klik-klik atau nada singkat. Komputer akan merekam gelombang elektrik yang dihasilkan saraf Anda. Hasilnya seperti "jejak jalan" yang menunjukkan apakah sinyal berjalan lancar dari telinga sampai ke batang otak.
Untuk Siapa BERA Dianjurkan?
BERA sangat berguna untuk:
- Bayi dan anak kecil yang belum bisa berkomunikasi, untuk mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini
- Orang dewasa dengan keluhan telinga denging atau pendengaran menurun yang perlu penyelidikan lanjutan
- Pasien dengan riwayat keturunan gangguan pendengaran kongenital
- Mereka yang curiga mengalami gangguan pada saraf pendengaran atau batang otak
- Anak yang lahir dengan faktor risiko, seperti lahir prematur, berat badan rendah, atau infeksi saat hamil
Dokter spesialis THT akan menentukan apakah Anda memerlukan BERA berdasarkan gejala dan riwayat medis Anda.
Persiapan Sebelum BERA
Persiapan BERA cukup sederhana dan tidak memerlukan puasa khusus:
- Datang dalam kondisi istirahat cukup—pasien yang tegang atau sering menggerak-gerakkan kepala akan membuat hasil kurang akurat
- Cuci kulit kepala dan telinga dengan bersih, karena elektrode harus menempel dengan baik
- Lepaskan perhiasan atau benda logam besar di area kepala dan leher
- Hindari obat tidur kecuali atas saran dokter (pada bayi atau anak yang sangat gelisah, dokter mungkin memberi rekomendasi khusus)
- Jangan datang dalam keadaan lapar atau terlalu haus
- Jika memungkinkan, datang ke lokasi yang tenang sebelum pemeriksaan, agar tidak terlalu stres
Tahapan Singkat Prosedur BERA
1. Persiapan kulit: Tenaga medis akan membersihkan area kulit tempat elektrode ditempel—biasanya di dahi, telinga, dan leher. Ini tidak menyakitkan, hanya terasa sedikit basah.
2. Pemasangan elektrode: Sensor kecil ditempel menggunakan pasta khusus yang aman dan tidak beracun. Anda akan merasakan sedikit dingin, tetapi tidak ada rasa sakit sama sekali.
3. Pemeriksaan dalam ruang tenang: Anda duduk atau berbaring di ruangan yang sunyi. Ini penting agar suara latar tidak mengganggu hasil pemeriksaan.
4. Stimulasi suara: Dokter akan memasang headphone, kemudian mengirimkan bunyi—biasanya berupa klik-klik pendek atau nada lemah. Anda tidak perlu bereaksi atau menjawab apa pun. Saraf pendengaran Anda akan merespons secara otomatis.
5. Perekaman sinyal: Komputer mencatat gelombang listrik dari kepala Anda selama sekitar 20 hingga 40 menit, tergantung protokol yang digunakan.
6. Pelepasan elektrode: Setelah selesai, pasta pembersih dan kain lembab digunakan untuk menghilangkan elektrode. Kulit Anda akan terasa sedikit lengket, tetapi hilang dalam beberapa jam.
Risiko dan Pemulihan
BERA adalah prosedur yang sangat aman—tidak ada jarum suntik, tidak ada radiasi, dan tidak ada zat yang disuntikkan. Efek samping nyata hampir tidak ada.
Kemungkinan yang bisa terjadi adalah:
- Iritasi kulit ringan di tempat elektrode menempel (jarang dan hilang dalam jam-jam)
- Ketidaknyamanan karena harus diam dalam waktu lama (terutama pada anak kecil)
- Merasa aneh atau sedikit pusing jika ada rasa panik dalam ruang tertutup (sangat jarang)
Anda bisa langsung pulang dan beraktivitas normal setelah selesai. Tidak ada pantangan atau pemulihan khusus. Headphone dan elektrode aman digunakan pada bayi, ibu hamil (dengan persetujuan dokter kandungan), dan lansia.
Alternatif Lain
Jika BERA tidak cocok atau tidak tersedia, ada pemeriksaan lain yang bisa membantu mendeteksi gangguan pendengaran pada anak:
- Audiometri nada murni: Tes pendengaran standar, cocok untuk orang dewasa dan anak yang bisa mengikuti instruksi, tetapi tidak bisa mendetail soal saraf
- Otoacoustic emissions (OAE): Tes cepat untuk bayi, tetapi terbatas pada tahap awal deteksi
- Imaging (MRI/CT): Jika dokter curiga ada masalah pada struktur telinga atau otak
Dokter akan memilih yang paling sesuai dengan kondisi Anda dan temuan pemeriksaan fisik.
Kapan Konsultasikan ke Dokter Spesialis THT?
Pertimbangkan periksa ke spesialis THT jika:
- Bayi Anda tidak merespons suara sejak lahir atau usia 3 bulan
- Anak tiba-tiba atau perlahan mengalami kesulitan mendengar
- Telinga terasa penuh, denging terus-menerus, atau disertai vertigo
- Keseimbangan terganggu saat berjalan atau bergerak
- Ada riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran
Spesialis akan memastikan BERA perlu dilakukan atau ada pemeriksaan lain yang lebih cocok untuk kondisi Anda terlebih dahulu.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang