Penyakit Meniere: Ketika Dunia Berputar, Telinga Berdenging, dan Pendengaran Menurun

Serangan vertigo hebat yang datang tiba-tiba, disertai telinga berdenging dan pendengaran yang naik-turun. Penyakit Meniere mempengaruhi telinga dalam dan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyakit MeniereVertigoTinnitus

Infografis Medis

Atlas penyakit THT — dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Infografis penyakit Meniere - gangguan telinga dalam
Atlas THT — Penyakit Meniere

Apa itu Penyakit Meniere?

Penyakit Meniere adalah gangguan pada telinga dalam yang disebabkan oleh penumpukan cairan berlebih (hidrops endolimfatik) di dalam labirin. Cairan ini mengganggu keseimbangan tekanan di telinga dalam, menyebabkan tiga gejala khas yang dikenal sebagai trias Meniere: vertigo berputar, tinnitus, dan gangguan pendengaran yang berfluktuasi.

Kondisi ini paling sering muncul pada usia 20–60 tahun dan biasanya dimulai dari satu telinga, meskipun sekitar 25–40% pasien akhirnya mengalami keterlibatan kedua telinga.

Gejala Khas

Diagnosis

Diagnosis penyakit Meniere berdasarkan kriteria AAO-HNS (2020): minimal 2 episode vertigo spontan yang berlangsung 20 menit–12 jam, disertai gangguan pendengaran sensorineural frekuensi rendah-sedang, dan gejala aural (tinnitus atau rasa penuh) pada telinga yang terkena.

Pemeriksaan penunjang meliputi: audiometri (pola low-frequency hearing loss), ENG/VNG (tes keseimbangan), dan MRI untuk menyingkirkan neuroma akustik.

Pengelolaan

Penyakit Meniere bersifat kronis, namun gejalanya bisa dikelola dengan baik

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah penyakit Meniere bisa sembuh total?
Penyakit Meniere bersifat kronis dan belum ada pengobatan yang menyembuhkan secara total. Namun gejalanya bisa dikelola dengan baik melalui perubahan gaya hidup, diet rendah garam, dan terapi medis.
Berapa lama serangan vertigo pada Meniere?
Serangan vertigo biasanya berlangsung 20 menit hingga 12 jam, rata-rata 2-4 jam. Berbeda dengan BPPV yang hanya hitungan detik hingga menit.
Makanan apa yang harus dihindari?
Hindari makanan tinggi garam (>2g sodium/hari), kafein berlebihan, alkohol, dan MSG. Diet rendah garam membantu mengurangi retensi cairan di telinga dalam.

Butuh evaluasi lebih lanjut?

Konsultasi langsung dengan dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp.AI(K) di RS Columbia Asia Semarang.

Buat Janji via WhatsApp

Catatan Medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif, bukan pengganti konsultasi medis langsung. Hasil penanganan bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Referensi Medis

Ditinjau Secara Medis Oleh

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. AI(K.), MSi.Med.

Spesialis THT-BKL & Konsultan Alergi Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Lihat Profil Lengkap

Buat Janji Sekarang