Poin Kunci Artikel Ini
- Mimisan ringan bisa ditangani di rumah, tapi perlu ke dokter THT jika berulang atau tidak berhenti
- Dokter akan periksa penyebab dan tawarkan pilihan terapi dari lokal hingga kauter
- Perawatan di rumah dan hindari mengorek adalah pencegahan penting
- IGD diperlukan hanya saat perdarahan berat atau berlangsung >30 menit
Anak Mimisan: Langkah Pertama yang Perlu Orang Tua Lakukan
Saat anak tiba-tiba mimisan (perdarahan dari hidung), orang tua sering panik. Padahal, sebagian besar kasus mimisan pada anak dapat ditangani dengan baik dan tidak berlanjut menjadi masalah serius. Namun, untuk memastikan penyebab sebenarnya dan mendapatkan penanganan yang tepat, Anda perlu memahami kapan membawa anak ke dokter spesialis THT, bagaimana alur pemeriksaannya, dan apa saja pilihan penanganan yang tersedia.
Untuk pemahaman dasar tentang apa itu mimisan dan penyebab umumnya pada anak, silakan baca artikel panduan mimisan pada anak terlebih dahulu. Artikel ini fokus pada aspek penanganan medis dan keputusan orang tua dalam mencari bantuan profesional.
Tanda-Tanda yang Memerlukan Konsultasi ke Dokter THT
Tidak semua mimisan harus langsung ke dokter. Akan tetapi, segera cari pertolongan medis jika:
- Mimisan terjadi lebih dari 2-3 kali dalam satu minggu tanpa penyebab yang jelas
- Perdarahan berlangsung lebih dari 15-20 menit meskipun sudah dikompres dengan tissue lembab
- Mimisan disertai dengan jatuh atau trauma pada kepala dan wajah
- Anak mengeluh nyeri, bengkak, atau gejala lain seperti ingus berdarah berkepanjangan
- Ada riwayat mimisan di keluarga atau anak memiliki penyakit darah tertentu
Alur Pemeriksaan di Klinik Dokter THT
Ketika Anda membawa anak ke dokter spesialis THT, berikut adalah alur yang biasanya dilakukan:
1. Wawancara Riwayat Kesehatan
Dokter akan menanyakan kapan mimisan pertama kali terjadi, seberapa sering frekuensinya, apakah ada pemicu (mengorek hidung, trauma, alergi, pilek), dan apakah ada anggota keluarga dengan masalah serupa.
2. Pemeriksaan Fisik
Dokter menggunakan alat pemeriksa khusus seperti otoskop atau endoskop kecil untuk melihat bagian dalam hidung anak. Pemeriksaan ini tidak menyakitkan meskipun anak mungkin merasa takut. Dokter akan mencari tanda pembuluh darah yang rapuh, peradangan, polip, atau penyumbatan lainnya.
3. Pemeriksaan Penunjang (jika diperlukan)
Pada sebagian besar kasus mimisan anak, pemeriksaan darah jarang diperlukan. Namun, jika dokter mencurigai gangguan pembekuan darah atau mimisan sangat sering, tes laboratorium mungkin direkomendasikan.
Pilihan Penanganan yang Tersedia
Setelah diagnosis ditegakkan, dokter THT akan menjelaskan pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi anak Anda:
Penanganan Konservatif (Non-Invasif)
Untuk kasus ringan, dokter merekomendasikan perawatan lokal seperti tetes atau salep khusus untuk menjaga kelembaban selaput lendir hidung dan mengurangi iritasi.
Kauter (Cauterization)
Jika mimisan berulang dengan pembuluh darah yang teridentifikasi rapuh, dokter dapat melakukan kauter. Prosedur ini menutup pembuluh darah yang bermasalah menggunakan panas atau bahan kimia. Prosedur dilakukan di klinik dalam beberapa menit dan tidak memerlukan rawat inap. Anak akan didampingi orang tua sepanjang prosedur.
Mengatasi Penyebab Dasar
Jika mimisan disebabkan oleh alergi atau pilek kronis, dokter akan merekomendasikan penanganan untuk masalah tersebut terlebih dahulu. Contohnya, pembesaran konka (konka hipertrofi) yang menyebabkan sumbatan dapat ditangani dengan prosedur terpisah jika diperlukan.
Perawatan di Rumah dan Tindakan Mandiri
Antara kunjungan dokter atau untuk mimisan ringan yang tidak sering, Anda dapat melakukan:
- Ajari anak untuk tidak mengorek hidung—kebiasaan ini adalah penyebab umum mimisan pada anak
- Jaga kelembaban udara di rumah, terutama saat berada di ruangan dengan AC berlebihan atau musim hujan tropis dengan perubahan suhu drastis
- Saat mimisan terjadi, minta anak membungkuk ke depan (bukan ke belakang) dan kompres bagian bawah hidung dengan tissue atau kain lembab selama 10-15 menit
- Hindari minuman panas langsung setelah mimisan berhenti
- Jika anak memiliki alergi atau pilek yang berulang, tangani segera untuk mengurangi frekuensi mimisan
Kapan Pergi ke IGD
Bawa anak ke instalasi gawat darurat jika perdarahan tidak berhenti setelah 30 menit, anak terlihat pucat atau lemas, atau ada tanda-tanda trauma kepala yang serius.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang