Poin Kunci Artikel Ini
- Mimisan pada anak biasanya tidak serius dan bisa ditangani di rumah
- Penyebab utama adalah trauma, udara kering, dan mengorek hidung
- Segera ke dokter jika mimisan berlangsung lebih dari 20 menit atau setelah trauma kepala
- Pencegahan meliputi hindari trauma, jaga kelembaban udara, dan ajarkan anak tidak mengorek hidung
Apa Itu Mimisan pada Anak?
Mimisan (epistaksis) adalah perdarahan dari pembuluh darah kecil di dalam rongga hidung. Kondisi ini sangat umum terjadi pada anak-anak, terutama di usia 2–8 tahun. Meski terlihat menakutkan karena darah yang keluar, mimisan pada anak dalam kebanyakan kasus tidak membahayakan dan dapat ditangani dengan perawatan sederhana di rumah.
Hidung anak memiliki banyak pembuluh darah kecil yang terletak dekat dengan permukaan selaput lendir (lapisan tipis yang melapisi rongga hidung). Pembuluh-pembuluh ini mudah rusak atau pecah karena berbagai sebab, sehingga memicu perdarahan tanpa ancaman serius.
Tanda dan Gejala
Gejala mimisan pada anak sangat jelas terlihat: darah keluar dari satu lubang hidung atau kedua-duanya. Beberapa anak mungkin merasakan:
- Tidak ada sensasi khusus sebelum darah mulai keluar
- Gatal atau ketidaknyamanan di dalam hidung
- Terasa hangat atau tekanan di area wajah bagian depan
Darah dapat mengalir keluar dengan lancar, atau dalam beberapa kasus mengalir ke tenggorokan sehingga anak batuk mengeluarkan darah atau darah terlihat dari mulut.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab mimisan pada anak sangat beragam dan sebagian besar dapat dicegah:
Trauma atau Cedera
- Anak terpukul di wajah atau hidung saat bermain
- Mengorek hidung terlalu keras atau terlalu sering
- Jatuh yang mengenai area wajah atau kepala
Kondisi Lingkungan
- Udara terlalu kering, terutama di musim kemarau atau karena penggunaan pendingin ruangan (AC) dalam waktu lama
- Polusi udara atau asap yang mengiritasi selaput lendir hidung
Masalah Kesehatan
- Infeksi atau peradangan pada hidung dan sinus (sinusitis)
- Alergi yang menyebabkan hidung gatal dan anak mengorek-ngorek
- Pembesaran jaringan adenoid atau konka (jaringan di belakang atau dalam hidung)
Cara Diagnosis
Diagnosis mimisan pada anak umumnya ditegakkan melalui wawancara dengan orang tua tentang kejadian sebelum perdarahan dan pemeriksaan fisik langsung. Dokter akan melihat ke dalam hidung anak menggunakan alat khusus untuk mengidentifikasi sumber perdarahan.
Jika mimisan berlangsung lama atau sering kambuh tanpa penyebab yang jelas, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut untuk menyingkirkan kelainan pembekuan darah atau kondisi lain yang mendasar.
Penanganan
Penanganan mimisan pada anak di rumah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
Langkah Pertama
- Tenangkan anak—ketenangan Anda akan membantu anak tetap tenang juga
- Minta anak duduk tegak dan sedikit condongkan kepala ke depan (jangan condongkan ke belakang)
- Catat waktu dimulainya mimisan
Tekanan Langsung
- Tekan kedua lubang hidung dengan lembut menggunakan jari selama 10–15 menit tanpa berhenti
- Gunakan kain bersih atau tisu steril untuk menyerap darah
- Minta anak bernapas melalui mulut saja
Tindakan Pendukung
- Setelah perdarahan berhenti, hindari anak untuk mengorek, meniup, atau menyentuh hidung
- Berikan minuman hangat untuk menenangkan
- Jika tersedia, terapkan kompres es di atas jembatan hidung selama 5–10 menit (bungkus es dengan kain lembut, jangan langsung kontak kulit)
Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter mungkin melakukan tindakan tampon hidung (memasukkan kain khusus ke dalam hidung untuk menghentikan perdarahan) di fasilitas kesehatan.
Kapan Harus ke Dokter
Segera bawa anak ke dokter atau unit gawat darurat bila:
- Perdarahan berlangsung lebih dari 20 menit meski telah diberi tekanan yang benar
- Mimisan terjadi setelah trauma kepala atau jatuh dari ketinggian
- Ada tanda trauma wajah (bengkak, memar) atau gejala lain seperti pusing, muntah, atau gangguan kesadaran
- Mimisan sering berulang dalam waktu singkat tanpa sebab yang jelas
- Anak mengalami mimisan disertai memar atau bintik merah di kulit lain (tanda gangguan pembekuan darah)
- Ada darah dalam urine atau feses
Komplikasi dan Prognosis
Sebagian besar mimisan pada anak memiliki prognosis sangat baik. Namun, beberapa kemungkinan komplikasi jarang terjadi, antara lain infeksi sekunder jika hidung terluka parah, atau anemia ringan jika perdarahan sering dan banyak (sangat jarang pada anak). Beberapa anak mungkin mengalami trauma psikis atau fobia terhadap mimisan berikutnya.
Pencegahan
Untuk mengurangi kejadian mimisan pada anak:
- Ajarkan anak untuk tidak mengorek hidung dengan jari
- Jaga kelembaban udara dalam ruangan dengan humidifier atau memperbanyak ventilasi, terutama saat AC aktif lama
- Gunakan saline nasal spray secara rutin untuk menjaga kelembaban selaput lendir
- Hindari paparan polusi atau asap melalui ventilasi ruangan yang baik
- Ajarkan anak bermain dengan aman untuk menghindari trauma wajah
- Jika anak memiliki alergi, kelola dengan baik untuk mengurangi gatal di hidung
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang