Poin Kunci Artikel Ini
- Mastoiditis adalah infeksi tulang mastoid di belakang telinga, sering sebagai komplikasi otitis media yang tidak tertangani
- Gejala meliputi nyeri telinga persisten, demam, keluar nanah, dan bengkak di belakang telinga
- Diagnosis memerlukan CT scan, penanganan dengan antibiotik dan mungkin operasi mastoidektomi
- Dapat menyebabkan komplikasi serius seperti meningitis, tuli permanen, atau sepsis jika tidak ditangani cepat
Apa Itu Mastoiditis?
Mastoiditis adalah infeksi pada tulang mastoid, yaitu tulang kecil yang menonjol di belakang telinga. Tulang ini terletak di samping tulang pelipis kepala dan memiliki banyak rongga udara kecil yang terhubung dengan telinga tengah. Ketika infeksi pada telinga tengah tidak ditangani dengan baik, infeksi dapat menyebar ke tulang mastoid ini, menyebabkan peradangan dan kerusakan pada struktur tulang.
Tanda dan Gejala Mastoiditis
Gejala mastoiditis biasanya muncul secara bertahap, sering setelah beberapa minggu mengalami infeksi telinga tengah. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Nyeri telinga yang terus-menerus atau bertambah parah
- Demam yang tidak mereda meskipun telah minum obat penurun panas
- Keluar nanah atau cairan dari telinga, biasanya berwarna kekuningan atau kemerahan
- Pembengkakan, kemerahan, atau rasa hangat di belakang telinga
- Posisi telinga berubah, seperti menempel pada kepala atau tertarik ke depan
- Nyeri saat menekan daerah belakang telinga
- Gangguan pendengaran pada telinga yang terinfeksi
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab utama mastoiditis adalah penyebaran infeksi dari telinga tengah ke tulang mastoid. Infeksi telinga tengah yang persisten atau tidak tertangani dengan adekuat memberi kesempatan bakteri untuk menembus dinding yang memisahkan telinga tengah dan tulang mastoid.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko meliputi:
- Riwayat infeksi telinga berulang atau kronis yang tidak diobati sempurna
- Daya tahan tubuh yang lemah akibat penyakit kronis atau pengobatan tertentu
- Telinga yang sering basah atau lembab, terutama di iklim tropis dan musim hujan
- Infeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik tertentu
- Pada anak-anak, tulang mastoid masih berkembang dan lebih mudah terinfeksi
Cara Diagnosis Mastoiditis
Diagnosis mastoiditis dilakukan melalui beberapa tahapan. Dokter spesialis THT akan mulai dengan menanyakan riwayat penyakit Anda dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk melihat ke dalam telinga dan menekan area belakang telinga untuk mendeteksi nyeri atau pembengkakan.
Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya merekomendasikan pemeriksaan penunjang:
- CT scan (computed tomography) – metode baku untuk mendeteksi perubahan pada tulang mastoid, seperti penyusutan rongga udara, kekeruhan, atau kerusakan struktur tulang
- Fotografi dan oto skopi telinga – untuk melihat kondisi telinga luar dan telinga tengah secara detail
- Tes pendengaran (audiometri) – untuk menilai fungsi pendengaran telinga yang terinfeksi
- Tes darah – untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi sistemik seperti peningkatan sel darah putih
Hasil pemeriksaan ini membantu dokter menentukan tingkat keparahan dan rencana penanganan yang paling sesuai untuk kondisi Anda.
Penanganan Mastoiditis
Penanganan mastoiditis harus dilakukan oleh dokter spesialis THT, karena kondisi ini memerlukan manajemen yang agresif dan tidak dapat sembuh dengan perawatan di rumah saja.
Penanganan medis awal: Dokter akan memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotik berspektrum luas sangat penting karena mastoiditis sering disebabkan oleh bakteri yang persisten. Terapi dapat disesuaikan setelah hasil biakan dari cairan telinga diketahui. Dokter juga memberikan obat pereda nyeri dan penurun demam sesuai kebutuhan, serta perawatan lokal pada telinga.
Penanganan bedah: Jika pengobatan antibiotik tidak menunjukkan perbaikan dalam beberapa hari atau gejala semakin memburuk, tindakan bedah mungkin diperlukan. Prosedur bedah yang paling umum adalah mastoidektomi, yaitu pembukaan dan pembersihan rongga mastoid yang terinfeksi. Tujuannya menghilangkan jaringan yang terinfeksi dan memulihkan drainase telinga dengan baik.
Timing penanganan sangat penting – semakin cepat infeksi ditangani, semakin baik prognosis dan semakin rendah risiko komplikasi.
Komplikasi dan Prognosis
Jika mastoiditis tidak ditangani dengan cepat, dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa:
- Meningitis – infeksi selaput otak dan sumsum tulang belakang
- Abses otak
- Sepsis – infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh
- Tuli permanen atau gangguan pendengaran pada telinga yang terkena
- Kelumpuhan saraf wajah
Dengan penanganan yang tepat dan cepat, sebagian besar pasien mengalami perbaikan. Namun, beberapa pasien mungkin mengalami gangguan pendengaran jangka panjang, tergantung pada tingkat kerusakan yang terjadi pada struktur telinga.
Kapan Harus ke Dokter
Segera hubungi dokter spesialis THT atau unit gawat darurat jika mengalami:
- Nyeri telinga yang tidak mereda meskipun telah minum obat selama beberapa hari
- Keluar cairan atau nanah dari telinga disertai demam tinggi
- Pembengkakan, kemerahan, atau rasa hangat di belakang telinga
- Demam tinggi yang berlanjut atau meningkat
- Sakit kepala berat, kaku leher, atau gangguan kesadaran – tanda kemungkinan meningitis
- Keluarnya cairan dari hidung atau gangguan keseimbangan
Jangan menunda pemeriksaan karena mastoiditis memerlukan penanganan segera oleh profesional medis untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang