Poin Kunci Artikel Ini
- Mastoiditis adalah infeksi bakteri pada tulang mastoid di belakang telinga
- Biasanya berkembang dari infeksi telinga tengah yang tidak diobati dengan baik
- Memerlukan antibiotik dan kadang operasi untuk mencegah komplikasi serius seperti meningitis
- Gejala meliputi nyeri telinga persisten, bengkak di belakang telinga, demam, dan drainase cairan dari telinga
Apa itu Mastoiditis?
Mastoiditis adalah peradangan atau infeksi pada tulang mastoid, yaitu tulang berisi ruang udara yang menonjol di belakang telinga. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri dan sering muncul sebagai akibat lanjutan dari infeksi telinga tengah (otitis media) yang tidak diobati dengan baik. Tulang mastoid terhubung langsung dengan telinga tengah, sehingga infeksi dapat dengan mudah meluas ke dalam tulang ini dan menyebabkan peradangan serta penumpukan nanah yang serius.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, tetapi dapat dialami oleh orang dari segala usia. Dalam era antibiotik, mastoiditis menjadi lebih jarang terjadi dibandingkan beberapa puluh tahun lalu, namun tetap merupakan kondisi yang memerlukan penanganan segera dan cermat untuk menghindari komplikasi berbahaya.
Tanda dan Gejala Mastoiditis
Gejala mastoiditis biasanya berkembang secara bertahap dalam beberapa minggu setelah infeksi telinga tengah dimulai atau memburuk. Tanda-tanda yang dapat diperhatikan meliputi:
- Nyeri telinga yang persisten dan semakin memberat, bahkan setelah pengobatan awal
- Pembengkakan, kemerahan, dan rasa hangat pada daerah belakang telinga (atas tonjolan tulang mastoid)
- Cairan atau nanah yang keluar dari telinga (otore)
- Demam yang tinggi, kadang mencapai 38–39°C atau lebih tinggi
- Sakit kepala yang teramat sakiti
- Rasa penuh atau tekanan di dalam telinga
- Penurunan pendengaran pada telinga yang terkena, yang dapat berkembang menjadi kehilangan pendengaran mendadak
- Pada kasus lanjut, telinga bahkan dapat mendorong keluar dari posisi normalnya karena besarnya pembengkakan jaringan di sekitarnya
Gejala-gejala ini memerlukan perhatian medis yang segera, terutama jika disertai dengan sakit kepala berat, kaku leher, atau kebingungan, yang dapat menunjukkan penyebaran infeksi ke meningen (selaput otak).
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab utama mastoiditis adalah infeksi bakteri yang meluas dari telinga tengah ke dalam tulang mastoid. Bakteri yang paling sering bertanggung jawab termasuk berbagai spesies yang juga menyebabkan infeksi telinga dan saluran pernapasan umum.
Beberapa faktor meningkatkan risiko seseorang mengalami mastoiditis:
- Infeksi telinga tengah yang berulang atau tidak diobati dengan tuntas
- Penanganan antibiotik yang tidak adekuat atau tidak diselesaikan dengan baik
- Daya tahan tubuh yang lemah akibat malnutrisi atau kondisi kesehatan kronis
- Usia anak-anak, terutama di bawah lima tahun
- Infeksi saluran pernapasan berulang, terutama pada musim hujan di iklim tropis
- Paparan debu, polusi udara, dan kelembaban tinggi yang dapat memicu infeksi telinga berulang
Cara Diagnosis
Dokter spesialis THT akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis mastoiditis. Langkah pertama adalah menggali riwayat lengkap gejala dan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh pada telinga serta area mastoid.
Untuk mengonfirmasi diagnosis dan menentukan luas infeksi, dokter akan memesan pemeriksaan penunjang, di antaranya:
- Radiografi (foto Rontgen) – menunjukkan perubahan pada struktur tulang mastoid yang khas mastoiditis
- CT scan telinga – memberikan gambaran detail untuk menentukan luasnya infeksi dan ada tidaknya komplikasi
- Tes darah – menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih sebagai tanda infeksi
- Kultur cairan telinga – jika ada drainase, membantu mengidentifikasi jenis bakteri penyebab dan kepekaan terhadap antibiotik
Penanganan Mastoiditis
Penanganan mastoiditis memerlukan pendekatan yang agresif dan cepat karena risiko komplikasi yang serius. Strategi penanganan biasanya mencakup:
Pemberian Antibiotik Intravena
Dokter akan memberikan antibiotik kuat melalui suntikan langsung ke pembuluh darah. Pengobatan ini dimulai sedini mungkin berdasarkan hasil kultur atau dengan antibiotik empirik yang luas spektrum, kemudian disesuaikan sesuai hasil kultur. Terapi berlanjut hingga tanda-tanda infeksi hilang dan foto kontrol menunjukkan perbaikan.
Intervensi Bedah
Jika respons terhadap antibiotik tidak memuaskan atau komplikasi berkembang, diperlukan operasi untuk mengeluarkan nanah dan menghilangkan tulang yang terinfeksi. Prosedur ini membantu menghentikan penyebaran infeksi dan mempercepat penyembuhan. Pada beberapa kasus, operasi mungkin juga diperlukan untuk mengatasi komplikasi intrakranial.
Perawatan Suportif
Istirahat memadai, nutrisi yang baik, dan menjaga telinga tetap kering sangat penting mendukung proses penyembuhan.
Komplikasi dan Prognosis
Tanpa penanganan yang tepat dan cepat, mastoiditis dapat berkembang menjadi komplikasi yang mengancam nyawa. Beberapa komplikasi serius yang mungkin terjadi termasuk meningitis (infeksi selaput otak), abses otak, trombosis sinus vena, kelumpuhan saraf wajah, dan kehilangan pendengaran permanen pada telinga yang terkena.
Dengan penanganan yang cepat, mayoritas pasien mastoiditis pulih sepenuhnya. Namun, beberapa pasien mungkin mengalami telinga berdengung atau penurunan pendengaran jangka panjang. Waktu pemulihan lengkap bervariasi dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, bergantung pada beratnya infeksi, respons individu terhadap pengobatan, dan ada tidaknya komplikasi.
Kapan Harus ke Dokter
Segera hubungi dokter spesialis THT atau kunjungi unit gawat darurat bila Anda atau anggota keluarga mengalami:
- Nyeri telinga yang persisten tidak membaik dalam beberapa hari meski sudah diobati
- Pembengkakan, kemerahan, atau nyeri di belakang telinga
- Demam tinggi yang tidak turun dengan obat penurun panas
- Cairan atau nanah mengalir dari telinga
- Sakit kepala berat, kaku leher, atau kebingungan (tanda meningitis) – bawa ke IGD segera
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang