Poin Kunci Artikel Ini
- Tumor jinak dari sel khusus di leher yang mendeteksi tekanan oksigen
- Mayoritas tidak menimbulkan gejala dan ditemukan kebetulan
- Diagnosis dikonfirmasi dengan imaging (CT atau MRI)
- Pilihan penanganan tergantung ukuran dan ada tidaknya gejala
Apa Itu Tumor Badan Karotis?
Tumor badan karotis, atau dalam istilah medis disebut carotid body tumor, adalah pertumbuhan sel jinak yang terjadi di badan karotis. Badan karotis adalah sekelompok kecil sel spesial yang terletak di area leher Anda, tepatnya di tempat pembuluh nadi karotis (pembuluh darah utama yang membawa darah ke kepala) bercabang menjadi dua.
Sel-sel ini berfungsi untuk mendeteksi perubahan kadar oksigen dan tekanan dalam pembuluh darah, sehingga membantu tubuh mengatur pernapasan dan denyut jantung. Tumor yang tumbuh dari sel-sel tersebut sangat jarang menjadi kanker dan sebagian besar adalah tumor jinak. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki, dan biasanya muncul pada usia 40 hingga 60 tahun.
Tanda dan Gejala
Banyak orang dengan tumor badan karotis tidak mengalami gejala apapun. Tumor ini sering ditemukan secara kebetulan ketika pasien melakukan pemeriksaan untuk masalah kesehatan lain atau saat dokter meraba leher selama pemeriksaan rutin.
Namun, jika tumor membesar, dapat menimbulkan beberapa gejala, antara lain:
- Benjolan yang dapat diraba di sisi leher, biasanya di area depan leher di bawah telinga
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di leher atau area sekitarnya
- Kesulitan menelan (disfagia) atau sensasi ada hambatan di tenggorokan
- Perubahan kualitas suara atau suara serak
- Denyut nadi yang terasa sangat kuat atau berdetak tidak teratur di leher
- Pusing atau sensasi tidak seimbang
- Dalam kasus yang jarang, kelemahan otot di wajah atau leher
Penyebab dan Faktor Risiko
Hingga saat ini, penyebab pasti mengapa tumor ini tumbuh masih belum sepenuhnya dipahami. Namun, beberapa faktor risiko telah diidentifikasi yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan tumor jenis ini.
Faktor-faktor tersebut meliputi tinggal di daerah dengan ketinggian tinggi atau area dengan kadar oksigen rendah dalam waktu lama, riwayat keluarga dengan tumor sejenis, dan paparan radiasi berulang di area leher di masa lalu. Beberapa kasus juga terkait dengan kondisi genetik tertentu yang mempengaruhi pertumbuhan sel neuroendokrin.
Cara Diagnosis
Dokter THT Anda akan memulai dengan pemeriksaan fisik menyeluruh, menanyakan riwayat kesehatan Anda, dan merasakan benjolan jika ada. Untuk mengkonfirmasi diagnosis, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan pencitraan, yaitu:
- CT scan (Computed Tomography) – menggunakan sinar X untuk mendapatkan gambaran detail struktur leher Anda
- MRI (Magnetic Resonance Imaging) – menggunakan medan magnet untuk pencitraan yang sangat detail dan membantu menilai hubungan tumor dengan jaringan sekitar
- Angiografi – pemeriksaan pembuluh darah untuk melihat aliran darah menuju tumor
Pemeriksaan ini membantu dokter menentukan ukuran tumor, lokasinya yang tepat, dan hubungannya dengan pembuluh darah serta saraf di sekitar leher sebelum merencanakan strategi penanganan selanjutnya.
Penanganan
Pilihan penanganan untuk tumor badan karotis tergantung pada ukuran tumor, ada tidaknya gejala, dan kesehatan umum Anda.
Jika tumor berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, dokter mungkin akan merekomendasikan pemantauan berkala (watch and wait) dengan pemeriksaan pencitraan rutin setiap beberapa bulan atau setahun sekali untuk memastikan tumor tidak berkembang.
Jika tumor terus membesar atau menimbulkan gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari, maka operasi pengangkatan tumor menjadi pilihan yang dipertimbangkan. Operasi ini dilakukan oleh ahli bedah spesialis THT atau bedah pembuluh darah, dan bertujuan untuk mengeluarkan tumor sambil menjaga fungsi pembuluh darah dan saraf di sekitarnya. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan anestesi umum.
Komplikasi dan Prognosis
Prognosis untuk tumor badan karotis umumnya sangat baik. Tumor ini jarang berkembang menjadi kanker, dan mayoritas pasien memiliki hasil jangka panjang yang memuaskan. Risiko kekambuhan setelah pengangkatan sangat rendah.
Komplikasi operasi sangat jarang terjadi, namun seperti prosedur bedah leher lainnya, terdapat potensi minimal untuk kerusakan saraf atau pembuluh darah selama proses pengangkatan. Oleh karena itu, operasi harus dilakukan oleh ahli bedah yang berpengalaman menangani tumor leher.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter THT Anda jika Anda mengalami benjolan di leher yang terus membesar, nyeri leher yang persisten dan tidak hilang dengan istirahat, kesulitan menelan atau berbicara yang semakin memburuk, kelemahan pada wajah atau leher, atau perubahan pendengaran.
Meskipun tidak semua benjolan di leher adalah kondisi serius, evaluasi profesional dari dokter spesialis THT sangat penting untuk memastikan diagnosis akurat. Dokter akan membantu Anda memahami kondisi Anda dan merencanakan pendekatan penanganan yang paling sesuai.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang