Poin Kunci Artikel Ini
- Tumor jinak pada kelenjar ludah parotis yang berkembang lambat
- Benjolan tidak nyeri di depan telinga, sering tanpa gejala awal
- Diagnosis melalui USG, MRI, dan pemeriksaan jaringan
- Prognosis sangat baik dengan penanganan oleh ahli berpengalaman
Apa Itu Adenoma Pleomorfik?
Adenoma pleomorfik adalah tumor jinak yang berkembang di kelenjar parotis—kelenjar ludah terbesar yang terletak di depan telinga dan samping wajah. Meski tumor ini tidak bersifat kanker, pertumbuhannya perlu mendapat perhatian medis karena dapat terus membesar dan mengganggu fungsi saraf wajah, kemampuan menelan, bahkan penampilan wajah.
Tanda dan Gejala
Pada fase awal, banyak pasien tidak merasakan keluhan. Tumor sering ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan untuk alasan lain. Ketika sudah menimbulkan gejala, tanda-tanda yang umum dialami antara lain:
- Pembengkakan di depan telinga atau pipi, biasanya hanya di satu sisi
- Benjolan yang teraba, tidak nyeri, dan tumbuh perlahan-lahan
- Sensasi tegang atau berat di daerah yang membengkak
- Kesulitan mengunyah atau menelan pada kasus yang sudah besar
- Kulit di atas benjolan tampak normal, tanpa warna kemerahan atau tanda peradangan
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti adenoma pleomorfik belum sepenuhnya diketahui, namun penelitian menunjukkan keterlibatan perubahan genetik dalam sel kelenjar parotis. Tumor ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering pada usia 40–60 tahun. Beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko mencakup riwayat keluarga dengan tumor kelenjar, paparan radiasi kepala atau leher di masa lalu, dan bertambahnya usia.
Cara Diagnosis
Dokter spesialis THT akan melakukan serangkaian pemeriksaan:
- Pemeriksaan fisik: meraba dan mengamati benjolan untuk menilai karakteristiknya
- USG kelenjar parotis: menunjukkan ukuran, bentuk, dan sifat tumor secara detail tanpa radiasi
- MRI atau CT scan: jika diperlukan untuk melihat hubungan tumor dengan saraf wajah dan merencanakan operasi
- Fine needle aspiration cytology (FNAC): pengambilan sampel jaringan dengan jarum tipis untuk memastikan tumor bersifat jinak
Pemeriksaan ini penting untuk membedakan adenoma pleomorfik dari tumor lain di area kepala dan leher, termasuk membedakannya dari lesi yang bersifat prakanker atau kanker seperti kanker lidah di wilayah anatomi terdekat.
Penanganan
Opsi penanganan tergantung pada ukuran tumor, gejala yang dialami, dan kondisi kesehatan pasien. Untuk informasi lengkap mengenai metode penanganan, jenis operasi yang mungkin dilakukan, dan proses pemulihan, silakan baca artikel khusus kami tentang penanganan adenoma pleomorfik. Konsultasi dengan dokter spesialis THT berpengalaman sangat penting untuk menentukan pilihan terbaik sesuai kondisi Anda.
Komplikasi dan Prognosis
Adenoma pleomorfik memiliki prognosis yang sangat baik. Ini merupakan tumor jinak dengan risiko transformasi menjadi ganas sangat rendah, berbeda dengan lesi prakanker di mulut yang memiliki potensi berbeda. Tingkat kekambuhan setelah operasi oleh ahli berpengalaman berkisar 5–10%. Komplikasi serius jarang terjadi. Namun, tanpa penanganan, tumor dapat terus bertambah besar dan mengganggu fungsi vital di wajah dan leher.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter spesialis THT jika Anda atau keluarga menemukan:
- Benjolan baru di pipi atau depan telinga yang terus membesar
- Pembengkakan yang mengganggu penampilan atau kenyamanan
- Perubahan ukuran benjolan dalam waktu singkat
- Rasa nyeri yang tiba-tiba muncul (tanda tidak khas, tetapi perlu dievaluasi)
Tidak semua benjolan di kelenjar parotis adalah tumor. Hanya dokter yang dapat memastikan diagnosis melalui pemeriksaan menyeluruh. Deteksi dini membantu mencegah pertumbuhan yang tidak terkontrol dan memastikan penanganan optimal.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang