Struma atau Gondok: Apa Itu, Gejala, dan Kapan Harus ke Dokter

Pelajari apa itu struma atau gondok, gejala yang dirasakan, penyebab, dan kapan perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis THT.

Strumastrumagondok

Poin Kunci Artikel Ini

  • Struma adalah pembesaran kelenjar tiroid yang terlihat sebagai benjolan di leher
  • Dapat disebabkan kekurangan yodium, gangguan autoimun, atau perubahan hormonal
  • Gejala meliputi benjolan di leher, kesulitan menelan, sesak napas, dan suara serak
  • Diagnosis memerlukan pemeriksaan fisik dan tes darah; penanganan tergantung jenis dan penyebab struma

Apa Itu Struma atau Gondok?

Struma, yang sering disebut gondok dalam bahasa awam, adalah pembesaran kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah organ berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher, di bawah jakun. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid yang penting untuk mengatur metabolisme, pertumbuhan, dan energi tubuh. Ketika kelenjar tiroid membesar, hal tersebut terlihat sebagai benjolan atau bengkak di leher, dan kondisi ini disebut struma.

Tanda dan Gejala Struma

Gejala struma dapat bervariasi tergantung ukuran pembesaran dan penyebabnya. Beberapa orang mungkin hanya memiliki benjolan kecil tanpa gejala sama sekali. Namun, pembesaran yang lebih besar dapat menyebabkan:

Penting untuk diingat bahwa tidak semua benjolan di leher adalah struma, dan tidak semua struma menyebabkan gejala yang terasa.

Penyebab dan Faktor Risiko

Struma dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu penyebab terbanyak di negara berkembang adalah kekurangan yodium. Yodium adalah mineral penting yang dibutuhkan kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon. Di Indonesia, meskipun program garam beryodium telah diterapkan, kekurangan yodium masih dapat terjadi pada daerah tertentu atau pada orang-orang yang asupan yodiumnya kurang.

Penyebab lain struma meliputi:

Perempuan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami struma dibandingkan laki-laki, terutama seiring bertambahnya usia.

Cara Diagnosis

Dokter akan memulai dengan anamnesis (tanya jawab) tentang gejala yang Anda alami dan riwayat kesehatan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan meraba leher untuk merasakan ukuran dan tekstur kelenjar tiroid.

Untuk memastikan diagnosis, dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan tambahan:

Penanganan Struma

Penanganan struma tergantung pada penyebab, ukuran, dan gejala yang dirasakan. Beberapa pilihan penanganan meliputi:

Komplikasi dan Prognosis

Sebagian besar kasus struma memiliki prognosis baik, terutama jika ditangani dengan tepat. Namun, struma yang sangat besar atau yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi seperti kesulitan bernapas parah, kesulitan menelan yang bermakna, atau tekanan pada struktur sekitarnya.

Dalam kasus jarang, struma dapat berkaitan dengan nodula yang memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk menyingkirkan keganasan, meskipun sebagian besar nodula tiroid bersifat jinak.

Kapan Harus ke Dokter Spesialis THT?

Sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) jika Anda mengalami:

Dokter spesialis THT dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh dan bekerja sama dengan endokrinolog (dokter spesialis hormon) untuk menentukan rencana penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Punya keluhan serupa?

Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.

Hubungi Admin RSCA Semarang

FAQ

Apakah struma akan hilang dengan sendirinya?
Itu tergantung pada penyebabnya. Struma akibat kekurangan yodium dapat membaik atau bahkan menghilang jika asupan yodium ditingkatkan. Namun, struma yang disebabkan oleh penyakit autoimun atau perubahan hormonal mungkin memerlukan penanganan medis untuk dikelola. Pemantauan rutin oleh dokter diperlukan untuk mengetahui perkembangannya.
Apakah struma berbahaya atau dapat berkembang menjadi kanker?
Sebagian besar struma bersifat jinak dan tidak berkembang menjadi kanker. Namun, beberapa nodula dalam kelenjar tiroid yang membesar memerlukan evaluasi lebih lanjut. Dokter akan membantu menentukan apakah ada risiko keganasan dan tindakan apa yang perlu dilakukan.
Bagaimana cara mencegah struma?
Cara terbaik untuk mencegah struma adalah memastikan asupan yodium yang cukup melalui penggunaan garam beryodium, konsumsi ikan, telur, dan produk susu secara teratur. Mengurangi stres dan menjaga kesehatan umum juga penting untuk menjaga kesehatan tiroid.
Apakah perempuan lebih berisiko terkena struma?
Ya, perempuan memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, terutama karena faktor hormonal. Perubahan hormon saat menarche, kehamilan, dan menopause dapat meningkatkan risiko struma. Jika ada riwayat penyakit tiroid dalam keluarga, penting untuk berkonsultasi dengan dokter secara berkala.
Catatan Medis: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi langsung. Konsultasikan keluhan Anda ke Spesialis THT-BKL untuk evaluasi yang tepat.

Informasi Praktik Dokter

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. AI(K.), MSi.Med.

Spesialis THT-BKL & Konsultan Alergi Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Lihat Profil Lengkap

Buat Janji Sekarang