Poin Kunci Artikel Ini
- Stridor adalah bunyi mengi abnormal saat bernapas akibat sumbatan jalan napas atas
- Diagnosis memerlukan pemeriksaan langsung dan pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau endoskopi
- Penanganan tergantung penyebab dan tingkat keparahan, dari observasi hingga operasi
Apa Itu Stridor pada Dewasa?
Stridor adalah bunyi bernada tinggi atau rendah yang terdengar saat seseorang bernapas, terutama saat menarik napas atau mengeluarkan napas. Suara ini muncul karena aliran udara terhambat di jalan napas atas, yaitu area dari laring (kotak suara) hingga trakea bagian atas. Pada orang dewasa, stridor bukan kondisi yang normal dan selalu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menemukan penyebabnya.
Banyak orang awam mengira stridor sama seperti mendengkur atau mengi karena asma. Padahal, ini berbeda. Stridor spesifik terdengar seperti bunyi mencubit, bersiul, atau "ngrok-ngrok" dan dapat didengar tanpa alat bantu. Intensitasnya dapat berubah-ubah tergantung posisi tubuh dan tingkat aktivitas pasien.
Tanda dan Gejala
Gejala stridor pada dewasa dapat muncul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan. Pasien biasanya mengeluh:
- Mendengar bunyi bernada tinggi atau rendah saat bernapas
- Sesak napas atau kesulitan bernapas, terutama saat beraktivitas
- Ketidaknyamanan di daerah leher bagian depan
- Suara serak atau perubahan kualitas suara
- Batuk berkepanjangan, khususnya jika disertai demam
- Rasa ada yang mengganjal di leher (jika ada massa atau pembengkakan)
Beberapa pasien hanya merasakan gejala saat mereka tidur atau berada dalam posisi tertentu. Tingkat keparahan gejala sangat bervariasi, tergantung pada derajat penyumbatan di jalan napas atas.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab stridor pada dewasa sangat beragam. Penyebab yang paling sering meliputi:
- Peradangan: Laringitis akut akibat infeksi virus atau bakteri, epiglotitis (peradangan tutup laring), atau trakeitis
- Alergi atau reaksi: Pembengkakan laring atau faring karena alergi, gigitan serangga, atau reaksi alergi berat (anafilaksis)
- Trauma atau cedera: Cedera leher, luka bakar, atau keracunan asap
- Tumor atau massa: Kanker laring, tiroid, atau pertumbuhan jinak seperti polip atau kista
- Kelumpuhan pita suara: Kerusakan saraf yang menggerakkan pita suara
- Papiloma: Pertumbuhan jinak pada laring yang disebabkan virus HPV
- Asam reflux: Naiknya asam lambung yang meradang laring dan menyebabkan pembengkakan kronis
Faktor risiko termasuk usia lanjut, merokok, riwayat trauma leher, atau memiliki penyakit autoimun.
Cara Diagnosis di Dokter THT
Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis THT-KL (Telinga, Hidung, Tenggorokan) di Semarang, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan:
Pemeriksaan klinis: Dokter akan mendengarkan bunyi stridor Anda secara langsung, memeriksa leher dari luar, dan mengamati pernapasan Anda saat istirahat dan saat bergerak.
Pemeriksaan endoskopi: Dokter akan menggunakan endoskop (tabung kecil dengan kamera) untuk melihat langsung kondisi laring, trakea, dan area sekitarnya. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan anestesi lokal untuk kenyamanan Anda.
Pemeriksaan penunjang: Tergantung temuan awal, dokter mungkin merekomendasikan CT scan atau MRI leher untuk mendeteksi tumor, pembengkakan, atau kelainan struktur. Foto X-ray leher juga kadang diperlukan.
Tes tambahan: Jika diduga ada aspirasi benda asing atau masalah menelan, dapat dilakukan pemeriksaan menelan dengan kontras.
Penanganan Stridor pada Dewasa
Penanganan sangat tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan stridor. Dokter akan menentukan pilihan terbaik untuk situasi Anda:
Observasi dan penatalaksanaan medis: Jika stridor ringan dan penyebabnya reversibel (seperti infeksi ringan), dokter mungkin akan merekomendasikan istirahat suara, menghindari iritasi, dan pemberian terapi pendukung lainnya untuk memantau perkembangan.
Terapi farmakologis: Pemberian obat anti-peradangan atau dekongestan dapat membantu mengurangi pembengkakan laring. Durasi pemberian akan disesuaikan dengan respons Anda.
Fisioterapi atau latihan: Untuk beberapa kasus, khususnya yang berkaitan dengan koordinasi napas atau suara, terapis dapat memberikan panduan latihan khusus.
Prosedur bedah: Jika stridor disebabkan tumor, polip, sumbatan yang tidak menghilang, atau kelumpuhan pita suara, operasi mungkin diperlukan. Pilihan operasi sangat beragam dan akan dijelaskan dokter sesuai kondisi Anda.
Sangat penting untuk mengikuti rencana penanganan yang disepakati dengan dokter dan melakukan kontrol rutin untuk memantau kemajuan.
Komplikasi dan Prognosis
Jika stridor tidak ditangani dengan baik, dapat terjadi kesulitan bernapas yang semakin berat, bahkan hingga memerlukan penanganan darurat. Beberapa pasien mengalami gangguan tidur karena kesulitan bernapas di malam hari, yang kemudian mempengaruhi kualitas hidup mereka.
Prognosis stridor pada dewasa sangat bervariasi. Jika penyebabnya adalah infeksi akut, kebanyakan pasien akan membaik dalam beberapa minggu dengan penanganan tepat. Namun, jika penyebabnya adalah tumor atau kelumpuhan kronis, hasil jangka panjang tergantung pada jenisnya dan seberapa dini penyakit terdeteksi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat atau ruang gawat darurat jika Anda mengalami:
- Stridor yang disertai dengan demam tinggi dan kesulitan menelan
- Sesak napas yang semakin berat atau napas terengah-engah
- Warna kulit atau bibir berubah menjadi biru
- Suara serak yang tidak hilang lebih dari dua minggu
- Stridor yang muncul mendadak tanpa penyebab jelas
Untuk stridor yang ringan namun berkelanjutan, sebaiknya buatkan janji dengan dokter spesialis THT-KL untuk pemeriksaan menyeluruh dan penentuan penyebab yang akurat.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang