Poin Kunci Artikel Ini
- Penyempitan saluran napas bawaan di bawah pita suara
- Gejala utama stridor (bunyi napas abnormal) dan kesulitan napas sejak dini
- Diagnosis dengan laringoskopi dan imaging
- Penanganan konservatif atau operatif sesuai derajat keparahan
Apa Itu Stenosis Subglotis Kongenital?
Stenosis subglotis kongenital adalah penyempitan bawaan pada saluran napas di bawah pita suara. Kondisi ini terjadi sejak bayi masih dalam kandungan, ketika saluran pernapasan atas tidak berkembang secara normal. Area yang menyempit ini—disebut subglotis—berada tepat di bawah laring (kotak suara) dan sangat penting untuk kelancaran napas, terutama saat bayi atau anak sedang aktif.
Meskipun bukan kondisi yang umum, stenosis subglotis kongenital perlu ditangani dengan serius karena dapat mempengaruhi kemampuan bernapas dan berbicara anak. Tingkat keparahan bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat, tergantung seberapa besar penyempitan tersebut.
Tanda dan Gejala
Gejala stenosis subglotis kongenital biasanya muncul sejak bayi lahir atau dalam beberapa minggu pertama kehidupan. Orang tua atau pengasuh perlu waspada terhadap tanda-tanda berikut:
- Stridor inspiratorik – bunyi napas yang terdengar seperti "mencuit" atau "megap-megap" saat bayi menarik napas, terutama saat tidur atau menangis
- Kesulitan napas – napas pendek, cepat, atau retraksi dada (dada tertarik ke dalam saat bernapas)
- Suara serak atau perubahan tangisan – tangisan bayi terdengar lemah atau serak
- Sianosis – kulit atau bibir terlihat kebiruan, terutama saat aktif (tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera)
- Kesulitan minum atau menyusu – bayi terlihat lelah atau tersedak saat menyusu
- Pertumbuhan lambat – kesulitan makan dan tidak menambah berat badan dengan baik
Penyebab dan Faktor Risiko
Stenosis subglotis kongenital terjadi karena abnormalitas perkembangan laring dan saluran pernapasan saat janin dalam kandungan. Mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami, namun kemungkinan melibatkan gangguan pembentukan jaringan di area subglotis.
Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kondisi ini:
- Infeksi intrauteri pada trimester pertama kehamilan
- Paparan zat tertentu saat kehamilan
- Gangguan genetik atau kromosom
- Kelainan kongenital lain pada sistem pernapasan
Akan tetapi, banyak kasus stenosis subglotis kongenital tidak memiliki faktor risiko yang jelas teridentifikasi.
Cara Diagnosis
Diagnosis dimulai dari keluhan orang tua tentang gejala napas abnormal pada bayi. Dokter spesialis THT akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang:
- Anamnesis dan pemeriksaan fisik – dokter menanyakan riwayat gejala dan mendengarkan pola pernapasan
- Laringoskopi – pemeriksaan dengan alat khusus untuk melihat langsung laring dan area subglotis
- CT scan atau MRI – untuk mengetahui derajat penyempitan dan merencanakan penanganan
- Videolaryngobronchoscopy – pemeriksaan detail dengan rekaman untuk perencanaan operasi
Penanganan
Pilihan penanganan tergantung pada derajat keparahan stenosis dan gejala yang dialami anak.
Penanganan konservatif diterapkan pada stenosis ringan, meliputi pengamatan rutin dan manajemen gejala. Dokter akan memantau perkembangan anak secara berkala tanpa intervensi langsung.
Penanganan operatif diperlukan jika stenosis sedang hingga berat atau jika gejala mengganggu pernapasan dan kualitas hidup anak. Prosedur dirancang untuk melebarkan saluran pernapasan yang menyempit dan memungkinkan napas yang lebih lancar.
Komplikasi dan Prognosis
Jika tidak ditangani, stenosis subglotis yang berat dapat menyebabkan gangguan pernapasan progresif, kesulitan makan berkelanjutan, dan infeksi saluran pernapasan berulang.
Prognosis umumnya baik, terutama jika diagnosis dilakukan dini dan penanganan tepat. Banyak anak dapat berkembang normal dengan penanganan sesuai. Hasil penanganan bervariasi pada setiap pasien dan memerlukan pemantauan jangka panjang.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera bawa bayi atau anak ke dokter spesialis THT jika Anda mendengar stridor atau napas abnormal, anak mengalami kesulitan napas, sianosis (bibir atau kulit kebiruan), atau kesulitan minum dan menyusu. Ini sangat penting jika gejala muncul sejak dini kehidupan atau semakin memburuk.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang