Poin Kunci Artikel Ini
- Sariawan aftosa rekuren adalah luka berulang di mulut yang tidak menular
- Penyebab meliputi trauma, stres, kekurangan nutrisi, dan makanan tertentu
- Diagnosis berdasarkan pemeriksaan visual langsung
- Penanganan berfokus pada meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan
Apa Itu Sariawan Aftosa Rekuren?
Sariawan aftosa rekuren, yang secara medis disebut stomatitis aftosa rekuren (SAR), merupakan kondisi munculnya luka kecil dan menyakitkan di bagian dalam mulut. Luka ini juga dikenal sebagai afta dan biasanya berwarna putih atau kekuningan dengan area merah di sekitarnya. Berbeda dengan herpes mulut yang disebabkan virus, sariawan aftosa bukanlah penyakit menular dan tidak meninggalkan jaringan parut permanen.
Kondisi ini disebut "rekuren" karena cenderung timbul berkali-kali. Beberapa orang mengalami satu atau dua kali sariawan per tahun, sementara yang lain menghadapi episode berulang hampir tanpa henti. Meskipun umumnya tidak berbahaya, sariawan dapat menyebabkan nyeri yang cukup mengganggu aktivitas makan, minum, dan berbicara sehari-hari.
Tanda dan Gejala
Sariawan aftosa biasanya dimulai dengan sensasi terbakar atau gatal pada area yang akan terluka, beberapa jam atau bahkan sehari sebelum luka terlihat jelas. Setelah itu, muncul:
- Luka kecil (biasanya kurang dari 1 cm) dengan dasar putih atau kekuningan
- Tepi luka berwarna merah dan sedikit membengkak
- Rasa nyeri yang meningkat saat makan, minum, atau berbicara
- Dalam kasus yang jarang terjadi, demam ringan atau pembesaran kelenjar di leher jika luka terlalu banyak atau sangat besar
Luka biasanya muncul di bagian dalam pipi, bibir, lidah, atau daerah pangkal gigi. Mayoritas sariawan aftosa berukuran kecil, tetapi ada pula bentuk yang lebih besar dan lebih dalam yang menyebabkan ketidaknyamanan lebih lama.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti sariawan aftosa rekuren belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa faktor diketahui meningkatkan risiko terjadinya. Trauma mekanik pada mulut, seperti tergigit pipi saat mengunyah, terkena kawat gigi, atau tergores makanan tajam, adalah pemicu umum. Stres dan kelelahan psikis juga sering dikaitkan dengan munculnya sariawan.
Faktor nutrisi memainkan peran penting. Kekurangan vitamin B12, asam folat, zat besi, atau zinc dapat meningkatkan kerentanan terhadap sariawan berulang. Selain itu, beberapa makanan tertentu seperti makanan asam (jeruk, nanas, tomat), pedas, atau bertekstur kasar dapat memicu atau memperparah sariawan pada individu yang rentan.
Kondisi lain yang mungkin berkontribusi mencakup gangguan kekebalan tubuh ringan, alergi makanan, atau kelainan autoimun. Penderita alergi atau yang memiliki riwayat keluarga sariawan aftosa rekuren juga cenderung mengalami kondisi ini lebih sering.
Cara Diagnosis
Diagnosis sariawan aftosa umumnya dilakukan hanya melalui pemeriksaan visual langsung oleh dokter atau dokter gigi. Dokter akan melihat bentuk, ukuran, lokasi, dan jumlah luka untuk membedakannya dari kondisi lain seperti kandidiasis oral atau herpes mulut. Jika sariawan sangat banyak, sangat besar, atau tidak kunjung sembuh dalam beberapa minggu, dokter mungkin melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengeliminasi penyebab yang lebih serius atau penyakit yang mendasarinya.
Penanganan
Penanganan sariawan aftosa fokus pada mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan. Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan meliputi:
- Berkumur dengan larutan garam hangat beberapa kali sehari untuk membersihkan luka
- Menghindari makanan yang dapat merangsang atau menggores luka, seperti makanan asam, pedas, atau keras
- Menggunakan sikat gigi yang lembut untuk mengurangi trauma pada area luka
- Mengonsumsi makanan lunak dan bergizi untuk mendukung proses penyembuhan
- Menggunakan obat topikal yang dapat membantu mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan
Sebagian besar sariawan aftosa akan sembuh dalam satu sampai dua minggu tanpa meninggalkan bekas. Penting untuk tidak menggaruk atau mengusap luka, karena hal tersebut dapat memperpanjang proses penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi sekunder.
Komplikasi dan Prognosis
Sebagian besar sariawan aftosa rekuren memiliki prognosis yang sangat baik. Namun, jika luka terinfeksi bakteri sekunder, dapat terjadi infeksi yang memerlukan perhatian lebih. Dalam kasus yang jarang terjadi, sariawan yang sangat besar atau sangat dalam dapat meninggalkan bekas jaringan parut kecil.
Jika seseorang mengalami sariawan yang sangat parah, sangat sering, atau tidak kunjung sembuh dalam jangka waktu yang diharapkan, hal ini dapat mengindikasikan masalah nutrisi yang lebih dalam atau kondisi medis tertentu yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
Kapan Harus ke Dokter
Sebaiknya konsultasikan ke dokter atau dokter gigi jika:
- Luka sangat besar (lebih dari 1 cm) atau sangat dalam
- Sariawan terjadi lebih dari 4-5 kali dalam setahun atau luka baru muncul sebelum yang lama sembuh
- Luka tidak menunjukkan tanda penyembuhan setelah 3 minggu
- Rasa nyeri sangat hebat dan tidak hilang dengan perawatan rumahan
- Terdapat tanda infeksi, seperti nanah atau demam
- Sariawan disertai gejala lain yang tidak biasa atau demam tinggi
Dokter spesialis THT-KL dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasar dan merekomendasikan strategi pencegahan yang lebih efektif untuk mengurangi frekuensi kambuhnya sariawan.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang