Poin Kunci Artikel Ini
- Tumor ganas paling umum pada anak-anak
- Gejala awal berupa benjolan atau pembengkakan
- Diagnosis memerlukan imaging dan biopsi jaringan
- Penanganan multimodal meningkatkan peluang kesembuhan
Apa itu Rabdomiosarkoma Kepala dan Leher?
Rabdomiosarkoma adalah sejenis tumor ganas (kanker) yang berasal dari otot polos, yaitu otot yang terdapat di berbagai bagian tubuh termasuk kepala dan leher. Tumor ini adalah kanker yang paling sering ditemukan pada anak-anak, terutama pada usia di bawah 10 tahun. Meskipun merupakan kanker, penting untuk diketahui bahwa ada harapan kesembuhan yang cukup baik dengan penanganan yang tepat dan cepat.
Di daerah kepala dan leher, rabdomiosarkoma dapat tumbuh di berbagai lokasi, seperti di sekitar mata, hidung, telinga, kelenjar air liur, atau bagian dalam faring (tenggorokan). Tumor ini dapat berkembang dengan cepat dan mungkin menyebar ke bagian tubuh lain jika tidak segera ditangani.
Tanda dan Gejala
Gejala awal rabdomiosarkoma kepala dan leher sangat bervariasi tergantung di mana tumor itu tumbuh. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai orang tua:
- Benjolan atau pembengkakan di wajah, leher, atau di belakang telinga yang terus membesar
- Mata bengkak atau keluar darah dari mata, terutama jika tumor berada di sekitar mata
- Kesulitan menelan atau berbicara yang tidak biasa
- Keluar darah dari hidung atau telinga tanpa sebab jelas
- Asimetri wajah, yaitu satu sisi wajah tampak lebih bengkak dari sisi lain
- Keluhan telinga bernanah atau keluar cairan dari telinga
- Perubahan posisi bola mata atau penglihatan kabur
- Penurunan berat badan dan kurangnya selera makan
- Demam tanpa sebab jelas atau sering sakit
Penyebab dan Faktor Risiko
Hingga saat ini, penyebab pasti rabdomiosarkoma belum sepenuhnya diketahui. Tumor ini terjadi karena perubahan (mutasi) pada sel-sel otot sejak anak masih berada di dalam kandungan. Perubahan genetik ini biasanya terjadi secara kebetulan dan bukan akibat hal-hal yang dilakukan selama kehamilan.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anak mengalami rabdomiosarkoma adalah:
- Riwayat keluarga dengan kanker atau tumor
- Beberapa sindrom genetik tertentu yang diwariskan dari orang tua
- Paparan radiasi sebelum lahir atau dalam usia dini
Cara Diagnosis
Jika dicurigai ada rabdomiosarkoma, dokter spesialis THT akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis:
- Pemeriksaan fisik menyeluruh untuk merasakan karakteristik benjolan dan pembengkakan
- Imaging (USG, CT, atau MRI) untuk melihat ukuran tumor, letak, dan apakah sudah menyebar
- Biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan tumor untuk dilihat di bawah mikroskop guna memastikan jenis tumornya
- Pemeriksaan laboratorium darah dan marker tumor untuk mendapatkan gambaran kesehatan anak secara keseluruhan
- Pemeriksaan penyebaran seperti CT dada atau pemeriksaan tulang untuk memastikan tumor belum menyebar ke organ lain
Penanganan
Penanganan rabdomiosarkoma kepala dan leher biasanya melibatkan lebih dari satu jenis terapi, yang disesuaikan berdasarkan ukuran tumor, lokasinya, dan seberapa jauh penyebarannya. Tim dokter yang terlibat biasanya terdiri dari dokter spesialis anak kanker (onkolog anak), spesialis THT, dan ahli lainnya.
Opsi penanganan yang mungkin diberikan meliputi kemoterapi untuk membunuh sel kanker, pembedahan untuk mengangkat tumor, dan terapi radiasi untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa. Kombinasi terapi ini dirancang untuk memberikan hasil terbaik sambil meminimalkan efek samping jangka panjang pada anak.
Komplikasi dan Prognosis
Tanpa penanganan, rabdomiosarkoma dapat menyebar ke paru-paru, hati, tulang, dan otak. Dengan penanganan yang tepat dan segera, tingkat kelangsungan hidup anak penderita rabdomiosarkoma kepala dan leher cukup baik, terutama untuk tumor yang belum menyebar jauh saat ditemukan.
Hasil akhir penanganan sangat tergantung pada stadium penyakit saat didiagnosis, jenis histologi tumor, dan respons anak terhadap terapi. Konsultasi rutin dengan dokter spesialis sangat penting untuk memantau kemajuan dan mendeteksi dini kemungkinan kekambuhan.
Kapan Harus ke Dokter
Jika orang tua menemukan benjolan atau pembengkakan yang tidak biasa di kepala, wajah, atau leher anak, terutama jika terus membesar dalam beberapa minggu, segera konsultasikan ke dokter spesialis THT. Jangan menunda-nunda karena deteksi dini sangat berpengaruh pada kesuksesan penanganan.
Bawa anak ke unit gawat darurat jika anak mengalami kesulitan bernapas atau menelan, pembengkakan parah yang mengganggu aktivitas sehari-hari, atau demam tinggi disertai pembengkakan di leher.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang