Poin Kunci Artikel Ini
- Parotitis bakterial adalah infeksi kelenjar ludah parotis yang disebabkan bakteri
- Gejala utama meliputi pembengkakan pipi, nyeri, demam, dan keluarnya nanah
- Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan imaging jika diperlukan
- Penanganan melibatkan antibiotik dan perawatan suportif dengan tingkat kesembuhan yang baik
Apa Itu Parotitis Bakterial?
Parotitis bakterial adalah infeksi pada kelenjar ludah parotis, yaitu kelenjar terbesar yang terletak di depan dan di bawah telinga (di pipi). Infeksi ini terjadi ketika bakteri memasuki kelenjar dan menyebabkan peradangan. Berbeda dengan parotitis yang sering kita kenal (yang disebabkan oleh virus seperti pada penyakit gondok), parotitis bakterial adalah kondisi yang memerlukan penanganan khusus dan tidak menular.
Tanda dan Gejala Parotitis Bakterial
Gejala parotitis bakterial biasanya muncul secara tiba-tiba dan berkembang dalam beberapa hari. Pasien akan merasakan:
- Pembengkakan di salah satu atau kedua pipi (terutama di daerah di bawah telinga)
- Nyeri atau rasa tidak nyaman saat menelan atau mengunyah
- Demam, yang dapat disertai menggigil
- Keluarnya nanah atau cairan dari lubang keluaran kelenjar ludah (di dekat gigi geraham atas)
- Kemerahan dan kehangatan di area yang terkena
- Mulut terasa kering atau rasa logam di mulut
Penyebab dan Faktor Risiko
Parotitis bakterial terjadi ketika bakteri (paling sering Staphylococcus aureus, tetapi bisa juga bakteri lain) memasuki kelenjar ludah. Hal ini dapat terjadi ketika:
- Aliran ludah berkurang. Ketika produksi ludah menurun, saluran kelenjar dapat tersumbat dan bakteri lebih mudah berkembang. Ini bisa terjadi pada orang yang dehidrasi, sedang menjalani operasi, atau minum obat-obatan tertentu.
- Kebersihan mulut kurang baik. Bakteri dari mulut dapat naik ke saluran kelenjar. Selain itu, kondisi seperti kandidiasis oral atau sariawan dapat meningkatkan risiko.
- Sumbatan pada saluran kelenjar. Batu ludah (sialolith) atau cairan kental dapat menyumbat saluran, menyebabkan ludah terkumpul dan terinfeksi.
- Daya tahan tubuh yang melemah. Orang dengan sistem imun yang lemah lebih rentan mengalami infeksi ini.
- Lanjut usia. Risiko meningkat pada lansia karena produksi ludah yang lebih sedikit dan perubahan kondisi kesehatan umum.
Cara Diagnosis Parotitis Bakterial
Dokter spesialis THT-KL akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis:
- Pemeriksaan fisik. Dokter akan meraba kelenjar, melihat ada tidaknya pembengkakan dan kemerahan, serta mencoba mengekspresikan (mengeluarkan) nanah dari saluran kelenjar untuk memastikan infeksi bakteri.
- Riwayat kesehatan. Dokter akan menanyakan kapan gejala mulai muncul, adakah riwayat penyakit serupa, dan kondisi kesehatan yang mendasar.
- Ultrasound atau CT scan. Jika diperlukan, imaging dapat membantu melihat adanya abses (kantong nanah) atau sumbatan pada kelenjar.
- Pemeriksaan darah. Tes darah dapat menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti peningkatan sel darah putih.
- Kultur nanah. Dalam beberapa kasus, nanah dapat diambil untuk mengetahui jenis bakteri penyebab.
Penanganan Parotitis Bakterial
Penanganan parotitis bakterial bertujuan untuk mengatasi infeksi dan meredakan gejala:
- Antibiotik. Dokter akan memberikan antibiotik sesuai dengan jenis bakteri yang diduga. Penting untuk menghabiskan seluruh kursus antibiotik meskipun gejala sudah membaik.
- Perawatan suportif. Istirahat yang cukup, minum banyak air (terutama air hangat untuk merangsang produksi ludah), dan menghindari makanan asam atau pedas yang dapat mengiritasi kelenjar.
- Kompres hangat. Aplikasi kompres hangat pada area yang terkena dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan.
- Perawatan mulut. Menjaga kebersihan mulut dengan berkumur air hangat dan garam beberapa kali sehari dapat membantu mencegah penyebaran infeksi.
- Penanganan sumbatan. Jika ada sumbatan yang menyebabkan infeksi berulang, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur untuk membersihkan saluran atau mengangkat batu ludah.
Untuk detail lebih lengkap mengenai strategi penanganan di Semarang, silakan baca artikel tentang parotitis bakterial penanganan.
Komplikasi dan Prognosis
Sebagian besar kasus parotitis bakterial merespons baik terhadap pengobatan antibiotik dan dapat sembuh dalam 7-10 hari. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, dapat terjadi komplikasi seperti abses (kantong nanah yang lebih besar) atau penyebaran infeksi ke area di sekitarnya.
Infeksi yang berulang pada kelenjar yang sama dapat terjadi jika penyebab yang mendasar (seperti sumbatan) tidak ditangani. Pada kasus kronis, kelenjar mungkin mengalami kerusakan, tetapi hal ini jarang terjadi dengan penanganan modern yang adekuat.
Kapan Harus ke Dokter Spesialis THT
Segera kunjungi dokter jika mengalami:
- Pembengkakan di pipi yang disertai demam tinggi
- Nyeri yang tidak berkurang dalam beberapa hari meskipun sudah beristirahat
- Keluarnya nanah dari mulut atau pipi
- Kesulitan menelan yang semakin berat
- Pembengkakan yang menyebar ke area lain di wajah atau leher
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang