Laringomalasia: Bayi Berbunyi Saat Bernapas — Berbahayakah?

Bayi Anda mengeluarkan bunyi "ngik" atau "grok" saat bernapas? Laringomalasia adalah penyebab tersering stridor pada bayi — biasanya tidak berbahaya dan membaik sendiri, tapi ada tanda-tanda yang perlu diwaspadai.

LaringomalasiaStridor BayiLaring

Infografis Medis

Atlas penyakit THT — dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Infografis Laryngomalacia
Atlas THT — Laryngomalacia

Apa itu Laringomalasia?

Laringomalasia terjadi karena tulang rawan laring bayi yang belum sepenuhnya matang, sehingga jaringan supraglotis (di atas pita suara) kolaps saat bayi menarik napas. Ini menghasilkan bunyi stridor khas yang biasanya muncul pada usia 2–4 minggu dan memuncak di usia 6–8 bulan.

Kabar baiknya: sekitar 90% kasus membaik sendiri pada usia 12–18 bulan tanpa intervensi.

Gejala Khas

🚨 Segera ke Dokter Jika Bayi:
  • Berat badan tidak naik atau gagal tumbuh
  • Bibir atau kulit kebiruan (sianosis)
  • Kesulitan makan berat — tersedak, muntah saat menyusu
  • Henti napas (apnea) atau retraksi dada saat bernapas

Diagnosis & Penanganan

Diagnosis: Nasofaringoskopi fleksibel adalah gold standard — dokter THT memasukkan kamera kecil melalui hidung untuk melihat langsung gerakan laring saat bayi bernapas. Prosedur cepat dan aman.

Penanganan:

  • Ringan (mayoritas): Observasi, posisikan bayi miring/tengkurap saat tidur di bawah pengawasan.
  • Sedang + reflux: Anti-refluks karena GERD sering menyertai dan memperburuk gejala.
  • Berat (<10%): Supraglottoplasty — prosedur bedah minimal invasif untuk menghilangkan jaringan berlebih.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah laringomalasia berbahaya?
Sebagian besar tidak. Sekitar 90% kasus ringan dan membaik sendiri pada usia 12-18 bulan. Yang perlu diwaspadai adalah kasus berat yang menyebabkan gagal tumbuh atau kesulitan bernapas signifikan.
Apakah perlu operasi?
Hanya sekitar 5-10% kasus yang memerlukan operasi (supraglottoplasty). Indikasi utama adalah gagal tumbuh, apnea, atau sianosis berulang.

Butuh evaluasi lebih lanjut?

Konsultasi langsung dengan dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp.AI(K) di RS Columbia Asia Semarang.

Buat Janji via WhatsApp

Catatan Medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif, bukan pengganti konsultasi medis langsung. Hasil penanganan bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Referensi Medis

Ditinjau Secara Medis Oleh

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. AI(K.), MSi.Med.

Spesialis THT-BKL & Konsultan Alergi Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Lihat Profil Lengkap

Buat Janji Sekarang