Poin Kunci Artikel Ini
- Kista brankial adalah benjolan jinak sisa perkembangan embrio di leher
- Sering tidak menunjukkan gejala, namun bisa membesar atau terinfeksi
- Diagnosis dengan ultrasound atau CT scan
- Penanganan utama adalah operasi untuk mengangkat kista sepenuhnya
Kista brankial adalah benjolan jinak (tidak ganas) yang terbentuk dari sisa jaringan yang seharusnya hilang saat perkembangan embrio—yaitu saat bayi masih dalam kandungan. Benjolan ini biasanya muncul di sisi leher bagian depan dan bawah telinga. Meski sering tidak memberi gejala pada awalnya, pemahaman tentang kondisi ini penting agar Anda tahu kapan harus ke dokter dan apa yang bisa dilakukan.
Tanda dan Gejala
Banyak orang dengan kista brankial tidak menyadarinya karena tidak ada gejala sama sekali. Benjolan hanya terdeteksi kebetulan saat cuci muka atau pemeriksaan rutin dengan dokter. Namun, jika kista membesar atau terinfeksi, gejala dapat muncul:
- Benjolan atau pembengkakan di sisi leher, biasanya di depan atau bawah telinga
- Rasa tidak nyaman atau sakit ringan di area benjolan
- Jika terinfeksi, kulit di atas benjolan menjadi merah, hangat, dan sakit saat dipegang
- Keluar nanah atau cairan dari satu titik di leher (fistula, atau "saluran bocor")
- Kesulitan menelan atau menggerakkan kepala jika benjolan cukup besar
- Demam jika terjadi infeksi
Gejala dapat muncul tiba-tiba atau berkembang perlahan selama bertahun-tahun. Beberapa pasien tidak merasakan apa pun hingga benjolan menjadi sangat besar atau terinfeksi.
Penyebab dan Faktor Risiko
Kista brankial terbentuk karena gangguan perkembangan embrio pada minggu pertama hingga enam kehamilan. Saat fase ini, leher berkembang dari struktur yang disebut "celah brankial" dan "busur brankial". Biasanya struktur ini hilang dengan sendirinya, tetapi pada beberapa orang, sebagian jaringan tertinggal dan membentuk kista di kemudian hari.
Penyebab pasti tidak diketahui, tetapi faktor risiko mencakup:
- Riwayat keluarga: jika orang tua atau saudara memiliki kista brankial, risiko Anda lebih tinggi
- Tidak ada hubungan dengan perilaku atau gaya hidup selama kehamilan—ini bukan karena kesalahan ibu hamil
Cara Diagnosis
Dokter biasanya mencurigai kista brankial berdasarkan posisi dan tampilan benjolan. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan menyarankan:
- Ultrasound: pemeriksaan gambar menggunakan gelombang suara, tidak sakit, sering menjadi pilihan pertama
- CT scan atau MRI: memberikan detail lebih lengkap tentang ukuran, bentuk, dan posisi kista, penting sebelum operasi
Kadang, dokter juga mungkin melakukan aspirasi—menusuk benjolan dengan jarum tipis untuk mengambil sampel cairan—guna memastikan isinya konsisten dengan kista brankial. Pemeriksaan ini membantu membedakan kista brankial dari kondisi lain seperti tonsilitis kronis atau benjolan jinak lainnya.
Penanganan
Jika kista brankial tidak memberi gejala dan tidak mengganggu, dokter mungkin menyarankan "menunggu dulu" sambil tetap rutin kontrol. Namun, penanganan definitif adalah:
- Operasi (eksisi kista): tindakan untuk mengangkat kista sepenuhnya. Ini adalah pilihan yang paling sering disarankan, terutama jika kista membesar, terinfeksi berulang, atau mengganggu penampilan dan fungsi
- Antibiotik: jika kista terinfeksi, dokter memberikan antibiotik untuk mengontrol infeksi sebelum atau sesudah operasi
- Drainase: jika ada abses (pengumpulan nanah), dokter mungkin melakukan pengeluaran nanah dahulu sebelum operasi
Operasi dilakukan dengan anestesi (pembiusan) umum atau lokal, tergantung usia dan preferensi dokter. Waktu pemulihan biasanya singkat, sekitar satu hingga dua minggu untuk beraktivitas ringan.
Komplikasi dan Prognosis
Kista brankial jarang menjadi ganas (kanker). Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:
- Infeksi berulang
- Pembesaran progresif yang mengganggu pernafasan atau menelan (jarang terjadi)
- Abses, yaitu pengumpulan nanah yang terasa sakit
- Fistula, atau saluran kecil yang membuka ke permukaan kulit dan mengeluarkan cairan
Setelah operasi lengkap untuk mengangkat kista, prognosis sangat baik. Kista jarang kembali jika diangkat sepenuhnya. Risiko komplikasi pasca-operasi umumnya rendah.
Kapan Harus ke Dokter THT
Segera konsultasi ke dokter THT jika:
- Anda menemukan benjolan baru di leher, terutama di sisi depan, yang tidak hilang dalam beberapa minggu
- Benjolan membesar, memerah, atau terasa sakit
- Keluar cairan atau nanah dari benjolan
- Benjolan mengganggu kemampuan menelan, bernafas, atau menggerakkan kepala
- Demam disertai benjolan di leher
Jika ada benjolan ringan tanpa gejala, masih baik untuk dikonsultasikan ke dokter supaya diperiksa dan dipastikan diagnosis, serta diputuskan apakah perlu pengawasan atau penanganan lebih lanjut. Penting untuk membedakan kista brankial dari kondisi lain yang bisa menimbulkan benjolan serupa di leher.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang