Poin Kunci Artikel Ini
- Keratosis obturans adalah kumpulan sel kulit mati yang menumpuk dan mengeras di liang telinga
- Dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan telinga terasa penuh
- Diagnosis melalui pemeriksaan otoskop oleh dokter THT
- Penanganan memerlukan pembersihan profesional atau prosedur bedah minor
Apa Itu Keratosis Obturans?
Keratosis obturans adalah kondisi di mana lapisan kulit mati (sel keratin) menumpuk dan mengeras di dalam liang telinga (saluran telinga). Timbunan ini seiring waktu dapat membentuk sumbatan yang menghalangi saluran telinga, mirip dengan lapisan lilin telinga yang terlalu tebal, namun terbentuk dari sel kulit itu sendiri.
Kondisi ini berbeda dari impaksi serumen (penumpukan lilin telinga biasa). Keratosis obturans bersifat lebih patologis karena melibatkan pertumbuhan dan penumpukan sel kulit yang abnormal, dan lebih sering memerlukan penanganan oleh dokter spesialis THT.
Tanda dan Gejala
Gejalanya bervariasi tergantung besarnya sumbatan yang terbentuk. Beberapa pasien tidak merasakan gejala sama sekali, sementara yang lain mengalami:
- Pendengaran berkurang atau gangguan pendengaran (konduktif), terutama di satu telinga
- Telinga terasa penuh atau tertutup
- Telinga berdenging ringan (tinnitus)
- Nyeri atau ketidaknyamanan di telinga, terutama jika sumbatan menekan dinding liang telinga
- Cairan atau keluar dari telinga (jika terjadi infeksi sekunder)
- Rasa gatal di dalam telinga
Gejala cenderung berkembang lambat, beberapa minggu hingga bulan. Pasien sering kali baru menyadari saat pendengaran sudah terasa jelas menurun.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti keratosis obturans belum sepenuhnya diketahui. Namun, beberapa teori menyebutkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan:
- Iritasi kronis liang telinga — dari membersihkan telinga terlalu dalam atau terlalu sering menggunakan cotton bud, menyebabkan respons kulit yang abnormal
- Infeksi atau peradangan berulang — otitis eksterna kronis dapat memicu pertumbuhan sel kulit yang tidak normal
- Faktor genetik atau predisposisi individual — sebagian orang mungkin memiliki kecenderungan kulit untuk bereaksi berlebihan terhadap iritasi
- Iklim dan kelembaban — di daerah tropis dengan kelembaban tinggi, inflamasi telinga lebih sering terjadi
Faktor risiko lain termasuk penggunaan alat bantu dengar yang tidak pas, sering berenang, atau kebiasaan membersihkan telinga yang tidak tepat.
Cara Diagnosis
Diagnosis dilakukan oleh dokter spesialis THT melalui pemeriksaan klinis. Dokter akan melihat langsung ke dalam liang telinga menggunakan otoskop (alat pemeriksaan kecil dengan cahaya). Pada keratosis obturans, terlihat massa putih keabu-abuan, keras, dan berbentuk tidak teratur yang memenuhi liang telinga.
Jika diperlukan penilaian lebih detail, dokter mungkin akan merujuk untuk pemeriksaan CT scan (foto khusus telinga) guna melihat ukuran dan lokasi sumbatan dengan jelas sebelum merencanakan penanganan.
Tes pendengaran (audiometri) juga dapat dilakukan untuk mengukur seberapa besar gangguan pendengaran yang terjadi akibat sumbatan tersebut.
Penanganan
Penanganan keratosis obturans tergantung ukuran dan seberapa parah gejala yang dirasakan pasien.
- Pemantauan berkala — jika tidak ada gejala atau gejala ringan, dokter mungkin menyarankan untuk memantau perkembangannya secara berkala tanpa tindakan segera
- Pembersihan telinga profesional — dokter dapat membersihkan sumbatan secara hati-hati menggunakan alat khusus di klinik, dengan anestesi lokal jika diperlukan
- Prosedur bedah minor — untuk kasus yang lebih besar atau tidak berhasil dibersihkan konservatif, mungkin diperlukan tindakan di ruang operasi dengan anestesi untuk menghilangkan sumbatan dengan aman
- Perawatan lanjutan — setelah pembersihan, dokter akan memberikan instruksi tentang cara merawat telinga agar tidak terulang, termasuk hindari membersihkan telinga dalam-dalam dan hindari masuknya air
Tidak ada obat minum atau tetes telinga khusus yang dapat menghilangkan keratosis obturans. Penanganannya harus mekanis melalui pembersihan atau pengangkatan langsung.
Komplikasi dan Prognosis
Jika dibiarkan, keratosis obturans dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang lebih berat dan meningkatkan risiko infeksi sekunder pada liang telinga. Dalam kasus langka, sumbatan yang sangat besar dapat menyebabkan erosi tulang di sekitar liang telinga.
Prognosis umumnya baik. Setelah pembersihan atau pengangkatan, pendengaran biasanya membaik atau kembali normal. Namun, tanpa perubahan kebiasaan mencuci telinga, kemungkinan kambuh (rekurensi) bisa terjadi.
Kapan Harus ke Dokter
Segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT jika Anda mengalami:
- Gangguan pendengaran yang terus bertambah parah
- Telinga terasa penuh dan tidak hilang dalam beberapa minggu
- Nyeri telinga yang tidak kunjung hilang
- Keluarnya cairan atau darah dari telinga
- Rasa gatal yang mengganggu atau tanda-tanda infeksi (bengkak, kemerahan di sekitar telinga)
Pemeriksaan dini membantu mencegah komplikasi dan memastikan diagnosis yang tepat. Di Semarang, dokter spesialis THT dapat memberikan evaluasi menyeluruh dan rencana penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang