Poin Kunci Artikel Ini
- Kelumpuhan wajah dapat terjadi akibat infeksi telinga tengah atau kolesteatoma yang merusak saraf wajah
- Tanda utama: wajah terkulai sebelah, mata tidak bisa menutup, mulut miring
- Perlu diagnosis cepat dan penanganan medis atau operasi agar saraf tidak rusak permanen
- Konsultasikan ke dokter THT segera jika kelumpuhan wajah muncul mendadak setelah infeksi telinga
Apa Itu Kelumpuhan Wajah dari Infeksi Telinga Tengah dan Kolesteatoma?
Kelumpuhan wajah yang terjadi akibat infeksi telinga tengah adalah kondisi serius di mana saraf wajah (nervus fasialis) mengalami peradangan atau kerusakan karena infeksi di dalam telinga tengah. Telinga tengah adalah ruang kecil di balik gendang telinga yang berisi tulang-tulang pendengaran. Ketika terinfeksi, jaringan yang meradang dapat menekan atau merusak saraf wajah yang melewati area tersebut, sehingga wajah menjadi lumpuh atau tidak bisa bergerak sebelah.
Kolesteatoma adalah pertumbuhan kulit abnormal di dalam telinga tengah yang lambat laun menghancurkan struktur telinga. Jika tidak ditangani, pertumbuhan ini dapat merusak saraf wajah dan menyebabkan kelumpuhan wajah yang serius dan bahkan permanen.
Tanda dan Gejala
Kelumpuhan wajah dari infeksi telinga biasanya muncul secara mendadak atau berkembang dalam beberapa hari. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai meliputi:
- Wajah terkulai atau berkerut, terutama di satu sisi
- Mata pada sisi yang terkena tidak bisa menutup sepenuhnya
- Mulut terasa berat dan miring ke satu sisi, kesulitan makan atau minum
- Tidak bisa mengerutkan dahi atau menggembungkan pipi di sisi yang lumpuh
- Rasa kesemutan atau nyeri di belakang telinga
- Air liur atau cairan mungkin keluar dari mulut yang lumpuh
Gejala-gejala ini biasanya disertai dengan riwayat infeksi telinga yang tidak tuntas, cairan keluar dari telinga, gangguan pendengaran, atau demam sebelumnya. Banyak pasien juga merasakan nyeri telinga atau sensasi penuh di telinga sebelum kelumpuhan terjadi.
Penyebab dan Faktor Risiko
Kelumpuhan wajah dari infeksi telinga tengah terjadi karena beberapa penyebab:
- Otitis media bakteri yang tidak diobati: Infeksi telinga tengah yang berkepanjangan dapat menyebabkan nanah mengumpul dan jaringan bengkak menekan atau merusak saraf wajah.
- Kolesteatoma: Pertumbuhan kulit abnormal ini secara perlahan mengerodasi tulang dan struktur telinga, termasuk saluran yang melindungi saraf wajah.
- Mastoiditis: Infeksi pada tulang mastoid (tulang di belakang telinga) yang meluas ke struktur sekitarnya.
- Perforasi gendang telinga kronis: Lubang di gendang telinga yang tidak menutup memungkinkan bakteri terus masuk dan menyebabkan infeksi berulang.
Faktor risiko meliputi riwayat infeksi telinga berulang, trauma telinga, gangguan sistem kekebalan, dan tidak segera mengobati infeksi telinga.
Cara Diagnosis
Dokter THT akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan diagnosis:
- Pemeriksaan fisik: Dokter mengamati gerak wajah, kekuatan otot-otot wajah, dan memeriksa telinga dengan otoskop.
- Tes fungsi saraf wajah: Elektromyografi (EMG) mengukur seberapa baik saraf wajah mengirimkan sinyal listrik.
- CT scan atau MRI telinga: Gambar detail untuk melihat kolesteatoma, cairan, kerusakan tulang, dan seberapa jauh infeksi menyebar.
- Tes pendengaran: Audiologi untuk menilai fungsi pendengaran dan mendeteksi gangguan akibat infeksi.
Penanganan
Penanganan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan:
Penanganan medis: Jika diagnosis dini dan infeksi masih ringan, antibiotik melalui mulut atau tetes telinga dapat membantu mengendalikan infeksi dan mengurangi pembengkakan yang menekan saraf.
Tindakan operasi: Jika ada kolesteatoma, nanah yang mengumpul, atau jaringan terus menekan saraf wajah, dokter akan merekomendasikan operasi untuk membersihkan infeksi, menghilangkan pertumbuhan abnormal, dan mengurangi tekanan pada saraf.
Perawatan suportif: Melindungi mata dari kering (karena tidak bisa menutup), menggunakan tetes mata atau patch mata di malam hari, serta fisioterapi wajah untuk merangsang gerak saraf.
Komplikasi dan Prognosis
Jika tidak segera ditangani, infeksi telinga tengah dapat menyebabkan kelumpuhan wajah permanen, infeksi yang meluas ke otak (meningitis), gangguan pendengaran tetap atau tuli, dan erosi tulang telinga yang ekstensif.
Prognosis lebih baik dengan diagnosis dan penanganan dini. Sebagian pasien mengalami pemulihan sempurna dalam minggu hingga bulan, tergantung seberapa parah kerusakan saraf dan seberapa cepat penanganan dimulai.
Kapan Harus ke Dokter
Segera konsultasikan ke dokter THT jika mengalami kelumpuhan wajah mendadak terutama setelah infeksi telinga, cairan atau darah dari telinga yang tidak berhenti, nyeri telinga berat dengan demam tinggi, gangguan keseimbangan atau pusing berat, atau gejala infeksi telinga yang tidak membaik setelah beberapa hari antibiotik.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang