Poin Kunci Artikel Ini
- Kanker orofaring semakin sering terkait infeksi HPV
- Gejala awal sering mirip radang biasa
- Deteksi dini meningkatkan harapan hidup
- Vaksin HPV dapat mencegah beberapa kasus
Apa itu Kanker Orofaring
Kanker orofaring adalah kanker yang berkembang di bagian belakang tenggorokan (orofaring), meliputi akar lidah, amandel, dan dinding belakang faring. Dalam dekade terakhir, infeksi virus HPV (human papillomavirus) menjadi penyebab utama kanker orofaring di banyak negara, menggantikan rokok dan alkohol sebagai pemicu utama. Namun, kebiasaan merokok dan minum alkohol tetap menjadi faktor risiko penting, terutama saat dikombinasikan dengan HPV.
Kanker ini dimulai dari sel-sel pipih (skuamosa) yang melapisi orofaring. Seperti kanker lainnya, sel-sel abnormal ini berkembang tanpa terkontrol dan dapat menyebar ke kelenjar getah bening leher atau area lain tubuh. Semakin dini terdeteksi, semakin baik harapan hidup pasien.
Tanda dan Gejala
Gejala awal kanker orofaring sering mirip dengan penyakit radang biasa, sehingga mudah diabaikan. Gejala yang perlu diperhatikan antara lain:
- Sakit tenggorokan yang tidak hilang dalam 3 minggu atau lebih
- Sulit menelan (disfagia)
- Perubahan suara atau suara serak yang bertahan lama
- Pembengkakan atau benjolan di leher yang tidak nyeri
- Nyeri telinga yang tiba-tiba
- Batuk berkepanjangan
- Mulut berbau atau halitosis yang baru terjadi
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Karena gejala awalnya mirip radang biasa atau faringitis sederhana, banyak pasien menganggapnya remeh. Jika gejala berlangsung lebih dari 2–3 minggu, sebaiknya konsultasi ke dokter THT untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penyebab dan Faktor Risiko
HPV (khususnya tipe 16 dan 18) adalah penyebab utama kanker orofaring saat ini. Virus ini menular melalui kontak seksual dan dapat menginfeksi sel-sel orofaring. Meskipun mayoritas infeksi HPV hilang sendiri, pada sebagian orang virus ini menetap dan memicu perubahan sel menjadi ganas.
Faktor risiko lain termasuk:
- Merokok dalam jumlah atau durasi besar
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Riwayat keluarga kanker kepala-leher
- Sistem imun yang lemah
- Usia di atas 50 tahun (meskipun kanker orofaring terkait HPV dapat muncul di usia lebih muda)
- Kebersihan mulut yang buruk
- Paparan asbes atau polusi kerja jangka lama
Di Indonesia yang beriklim tropis, paparan sinar matahari jangka panjang dan polusi udara (terutama di kota-kota besar) juga dapat berkontribusi pada risiko kanker kepala-leher secara umum.
Cara Diagnosis
Jika dokter mencurigai kanker orofaring, pemeriksaan yang dilakukan meliputi:
- Anamnesis lengkap dan pemeriksaan fisik leher serta tenggorokan
- Endoskopi (nasofaringolaringoskopi) untuk melihat langsung area yang mencurigakan
- Biopsi jika ditemukan lesi mencurigakan, yaitu pengambilan sampel jaringan untuk konfirmasi keganasan
- Pemeriksaan status HPV pada sampel biopsi untuk menentukan penyebab dan strategi terapi
- Pencitraan (CT atau MRI) untuk mengetahui perluasan penyakit dan menentukan stadium kanker
Staging (penentuan tingkat keparahan) sangat penting untuk membantu dokter merencanakan penanganan yang paling tepat bagi Anda.
Penanganan
Penanganan kanker orofaring tergantung pada stadium, lokasi tumor, status HPV, dan kondisi kesehatan umum pasien. Secara garis besar, pilihan terapi meliputi operasi (reseksi tumor), radioterapi (penyinaran), kemoterapi, atau kombinasi dari berbagai metode tersebut untuk hasil optimal.
Pasien dengan kanker orofaring positif HPV umumnya memiliki respons lebih baik terhadap terapi dan prognosis lebih menguntungkan dibanding mereka yang negatif HPV. Dokter Anda akan merancang rencana terapi yang disesuaikan dengan situasi unik Anda dan akan mendiskusikan manfaat serta risiko setiap pilihan.
Komplikasi dan Prognosis
Jika tidak ditangani, kanker orofaring dapat menyebar ke kelenjar getah bening, paru-paru, hati, atau tulang. Komplikasi dalam perjalanan penanganan termasuk kesulitan menelan atau berbicara jangka panjang, mulut kering, dan dampak psikologis yang perlu dukungan.
Prognosis tergantung stadium saat diagnosis pertama kali. Kanker yang terdeteksi dini memiliki tingkat kelangsungan hidup yang jauh lebih tinggi. Secara umum, kanker orofaring yang terkait HPV memiliki prognosis lebih baik dibanding yang terkait merokok dan alkohol, meskipun setiap pasien memiliki perjalanan yang berbeda.
Kapan Harus ke Dokter
Segera konsultasi ke dokter THT jika Anda mengalami:
- Sakit tenggorokan yang terus-menerus lebih dari 3 minggu
- Pembengkakan leher yang tidak hilang atau benjolan di leher
- Kesulitan menelan yang semakin memburuk
- Perubahan suara atau suara serak yang bertahan lama
- Batuk berkepanjangan dengan atau tanpa darah
Deteksi dini dapat membuat perbedaan signifikan dalam hasil pengobatan. Jangan ragu untuk mencari pendapat kedua jika dirasa perlu. Lihat juga lesi prakanker di mulut dan kanker laring untuk pemahaman lebih lanjut tentang kanker di area kepala-leher.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang