Poin Kunci Artikel Ini
- Gondongan disebabkan virus dan ditularkan melalui droplet dari orang terinfeksi
- Gejala utama adalah pembengkakan dan nyeri pada kedua sisi pipi, serta demam
- Tidak ada obat khusus; penanganan fokus pada istirahat dan pereda gejala
- Vaksin MMR adalah pencegahan terbaik dan paling efektif
Apa Itu Gondongan?
Gondongan, atau parotitis epidemika dalam istilah medis, adalah infeksi yang menyerang kelenjar ludah, terutama kelenjar parotis yang terletak di kedua sisi pipi depan telinga. Penyakit ini disebabkan oleh virus paramikso, virus yang mudah menyebar melalui percikan air liur (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Meski termasuk penyakit menular, gondongan dapat dicegah dengan vaksinasi yang tepat.
Tanda dan Gejala Gondongan
Gondongan memiliki gejala yang cukup khas dan mudah dikenali. Penderita biasanya mengalami:
- Pembengkakan pada satu atau kedua pipi (yang paling sering kedua-duanya) sehingga wajah tampak membesar
- Nyeri dan rasa lembut pada area pipi yang bengkak, terutama saat mengunyah atau menelan
- Demam, umumnya mencapai 38–39 °C dalam beberapa hari pertama
- Malaise atau rasa badan tidak enak
- Sakit kepala ringan
- Kesulitan makan atau minum karena nyeri pada kelenjar ludah
Gejala biasanya dimulai 2–3 minggu setelah paparan virus dan dapat berlangsung hingga 10 hari. Pada beberapa kasus, hanya satu kelenjar yang membengkak, tetapi umumnya kedua-duanya terserang.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab utama gondongan adalah virus paramikso, yang menyebar melalui percikan air liur. Seseorang lebih berisiko tertular jika belum pernah divaksin atau status vaksinnya belum lengkap. Kontak dekat dengan penderita—terutama dalam 1–2 minggu pertama saat virus paling mudah menular—meningkatkan risiko penularan. Anak-anak dan orang dewasa muda yang tinggal bersama dalam area ramai, seperti sekolah atau asrama, memiliki risiko lebih tinggi. Orang yang pernah mengidap gondongan biasanya memiliki kekebalan seumur hidup terhadap penyakit ini.
Cara Diagnosis
Dokter biasanya dapat mendiagnosis gondongan hanya dari pemeriksaan fisik dan riwayat gejala. Pemeriksaan meliputi palpasi (meraba) kelenjar yang bengkak untuk menilai besarnya pembengkakan dan nyeri yang ditimbulkan. Jika diperlukan pemastian lebih lanjut, terutama untuk membedakan dengan kondisi lain, dokter dapat meminta pemeriksaan tambahan seperti tes darah untuk mendeteksi antibodi terhadap virus paramikso atau tes PCR (pemeriksaan genetik virus) dari air liur atau darah. Namun, pada sebagian besar kasus, diagnosis klinis sudah cukup akurat.
Penanganan Gondongan
Tidak ada obat khusus yang membunuh virus penyebab gondongan. Penanganan berfokus pada meredakan gejala dan membantu tubuh melawan infeksi secara alami:
- Istirahat cukup: Tidur yang berkualitas membantu sistem kekebalan bekerja optimal
- Minum air putih banyak: Membantu mencegah dehidrasi dan menenangkan kelenjar ludah
- Kompres dingin atau hangat: Kompres dingin pada pipi dapat mengurangi pembengkakan dan nyeri, atau gunakan kompres hangat jika lebih nyaman
- Makanan lunak: Hindari makanan keras, asam, atau panas; pilih makanan yang mudah dikunyah seperti bubur, sup, atau puree
- Obat pereda gejala: Dokter atau apoteker dapat merekomendasikan obat untuk menurunkan demam dan nyeri sesuai kebutuhan
Penderita perlu mengisolasi diri dari orang lain, terutama dalam 5 hari pertama setelah gejala muncul, untuk mencegah penularan ke orang sekitar.
Komplikasi dan Prognosis
Sebagian besar penderita gondongan pulih tanpa komplikasi dalam 1–2 minggu. Namun, komplikasi dapat terjadi, meskipun jarang, termasuk meningitis (radang selaput otak), ensefalitis (radang otak), mastitis pada perempuan, dan orkitis (radang testis) pada laki-laki dewasa yang dapat menyebabkan kemandulan. Tuli sensoris juga merupakan komplikasi yang sangat jarang namun dapat terjadi secara permanen. Risiko komplikasi lebih tinggi pada orang dewasa dibanding anak-anak. Prognosis umumnya sangat baik, dengan pemulihan total pada sebagian besar kasus tanpa sisa.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter spesialis THT atau dokter umum jika Anda atau keluarga mengalami pembengkakan pada kedua pipi disertai demam tinggi, terutama jika gejala baru muncul atau tidak menunjukkan perbaikan setelah beberapa hari. Tanda bahaya yang memerlukan perhatian mendesak meliputi sakit kepala parah, kaku leher, kebingungan, gangguan pendengaran, atau nyeri testis pada laki-laki. Selain itu, jika ada anggota keluarga yang belum divaksin, dokter dapat memberikan panduan pencegahan yang tepat.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang