Poin Kunci Artikel Ini
- Lubang kecil bawaan sejak lahir di depan telinga akibat perkembangan embrio tidak sempurna
- Gejala muncul saat terinfeksi: pembengkakan, kemerahan, cairan, atau nanah
- Diagnosis dengan inspeksi visual dan imaging (USG atau CT)
- Penanganan: observasi jika asimtomatis, atau bedah eksisi definitif untuk infeksi berulang atau kosmetik
Apa Itu Fistula Preaurikula?
Fistula preaurikula adalah lubang atau saluran kecil yang ada sejak lahir, biasanya terletak di depan telinga, tepatnya di sudut antara telinga dan pipi. Lubang ini terbentuk karena perkembangan embrio yang tidak sempurna saat masih dalam kandungan. Kondisi ini cukup umum, meskipun sering tidak menimbulkan masalah pada awalnya. Banyak orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka memiliki fistula preaurikula sampai dokter memeriksakan atau ada keluhan tertentu.
Tanda dan Gejala
Pada sebagian besar kasus, fistula preaurikula tidak menunjukkan gejala sama sekali. Lubangnya hanya terlihat sebagai titik kecil atau sedikit lekukan di depan telinga. Namun, gejala dapat muncul bila:
- Saluran terinfeksi: Terjadi pembengkakan, kemerahan, atau rasa nyeri di area lubang. Infeksi biasanya dipicu oleh bakteri yang masuk melalui lubang tersebut.
- Terjadi peradangan: Area sekitar lubang terasa hangat, bengkak, dan mungkin keluar cairan bening, kekuningan, atau bahkan bernanah.
- Penggumpalan nanah: Dalam beberapa kasus, dapat terbentuk benjolan (abses) yang terasa nyeri dan bulat di depan telinga.
Gejala sering muncul bertahap atau sewaktu-waktu, terutama setelah cedera kecil, mencubit lubang, atau saat daya tahan tubuh menurun.
Penyebab dan Faktor Risiko
Fistula preaurikula terjadi karena gangguan perkembangan embrio saat bulan ketiga kehamilan. Pada masa itu, kulit di sekitar telinga berkembang dari beberapa cekungan kecil yang seharusnya menutup sempurna. Jika penutupan tidak sempurna, lubang atau saluran kecil dapat tetap terbentuk.
Faktor risiko meliputi:
- Riwayat keluarga (keturunan): Jika orang tua atau saudara memiliki fistula preaurikula, risiko anak mewarisinya lebih tinggi.
- Etnis tertentu: Fistula preaurikula lebih sering ditemukan pada orang-orang dengan asal Afrika dan Asia.
Kondisi ini bukanlah hasil dari perilaku ibu saat hamil atau faktor lingkungan, melainkan murni perkembangan anatomi bawaan.
Cara Diagnosis di Dokter THT
Dokter spesialis THT akan memulai dengan anamnesis dan inspeksi visual—melihat langsung lubang atau tanda-tanda di depan telinga Anda. Biasanya lubang terlihat jelas, berukuran seperti jarum atau lebih besar.
Untuk memastikan luasnya saluran dan apakah ada komplikasi, dokter mungkin merujuk Anda ke pemeriksaan penunjang:
- Ultrasonografi (USG): Membantu melihat kedalaman saluran tanpa radiasi.
- CT scan: Untuk kasus kompleks atau sebelum operasi, agar dokter tahu persis anatomi saluran.
- Tes gerak dan palpasi: Dokter akan menekan lembut area lubang untuk melihat apakah keluar cairan atau ada tanda infeksi.
Pemeriksaan ini penting untuk menentukan apakah tindakan operasi diperlukan dan bagaimana teknik terbaik yang akan digunakan.
Penanganan
Pilihan penanganan fistula preaurikula bergantung pada seberapa sering lubang tersebut menimbulkan masalah.
1. Observasi (Tidak ada tindakan): Jika fistula tidak pernah terinfeksi dan hanya dianggap sebagai kecacatan kosmetik ringan, dokter dapat merekomendasikan untuk dipantau saja. Pasien perlu menjaga kebersihan area dengan lembut dan hindari mencubit atau menekan lubang.
2. Manajemen Infeksi Akut: Saat terjadi infeksi (pembengkakan, nyeri, cairan), dokter dapat memberikan penanganan lokal atau sistemik untuk mengurangi peradangan. Dalam beberapa kasus, perlu drainase (pengaliran nanah) oleh dokter.
3. Bedah Eksisi (Operasi Pengangkatan): Ini adalah penanganan definitif. Operasi dilakukan dengan anestesi lokal atau umum, tergantung kompleksitas. Dokter akan mengangkat seluruh saluran fistula, bukan hanya lubangnya saja. Prosedur ini biasanya dilakukan sebagai tindakan rawat jalan atau dengan observasi singkat.
Persiapan operasi: Pastikan area telinga bersih, hentikan minum pengencer darah bila diperintahkan dokter, dan datang dalam keadaan puasa jika menggunakan anestesi umum.
Pemulihan: Hindari air masuk ke luka selama beberapa hari, jangan menggaruk, dan ikuti petunjuk perawatan luka dokter. Jahitan biasanya dilepas dalam 1-2 minggu. Anda dapat kembali ke aktivitas ringan setelah itu, dengan menghindari olahraga berat selama 3-4 minggu.
Komplikasi dan Prognosis
Jika tidak ditangani, fistula preaurikula dapat mengalami infeksi berulang yang menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan pembentukan nanah. Infeksi kronis dapat memperdalam saluran atau menyebabkan abses yang lebih besar. Dengan penanganan tepat, prognosis sangat baik. Bedah eksisi memiliki tingkat keberhasilan tinggi dan komplikasi serius jarang terjadi. Bekas luar biasanya halus dan minimal setelah penyembuhan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter THT jika Anda mengalami pembengkakan, kemerahan, atau nyeri di depan telinga; keluar cairan atau nanah dari lubang kecil; benjolan atau abses yang tidak hilang dalam beberapa hari; atau ingin mengevaluasi fistula preaurikula yang sudah ada untuk pertimbangan penanganan lebih lanjut.
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang