Poin Kunci Artikel Ini
- Abses retrofaring dan parafaring adalah infeksi serius di belakang tenggorokan yang bisa menekan jalan napas
- Tanda bahaya meliputi kesulitan menelan, demam tinggi, bengkak leher asimetris, dan napas berbunyi
- Ini kedaruratan—segera ke IGD, jangan tunggu atau coba obat rumahan
- Penanganan memerlukan antibiotik infus dan drainase medis oleh dokter
Apa yang Terjadi?
Abses retrofaring dan parafaring adalah kumpulan nanah (pus) yang terbentuk di ruang sempit di belakang dan samping kerongkongan, tepat di balik amandel. Ruang ini tidak terlihat jika hanya melihat ke dalam mulut, sehingga infeksi sering tidak disadari sampai gejala memberat. Infeksi bisa muncul akibat penyebaran dari gigi yang terinfeksi parah, radang amandel berat, atau trauma kecil yang tidak terlihat di daerah tenggorokan.
Kondisi ini termasuk kedaruratan medis karena nanah yang menumpuk bisa menekan jalan napas atau menyebar ke rongga dada dalam hitungan jam. Perbedaan dengan abses peritonsil adalah lokasinya yang lebih dalam dan lebih dekat ke struktur penting leher, sehingga risiko komplikasinya lebih tinggi.
Tanda-Tanda Bahaya yang Perlu Ke IGD Segera
Jangan tunggu—bawa diri sendiri atau anggota keluarga ke IGD jika mengalami:
- Kesulitan menelan air liur atau makanan — menelan terasa sangat sakit atau menelan air liur saja terasa berat dan berat di dada
- Demam tinggi (di atas 38,5°C) yang tidak turun dengan istirahat dan pereda demam biasa
- Perubahan suara aneh — suara serak, terdengar seperti berbicara dengan bola di mulut, atau suara meredam
- Bengkak asimetris di leher — satu sisi leher terlihat lebih bengkak dari yang lain, atau leher terasa kaku
- Napas berbunyi atau sulit napas — napas mengi, terasa lebih berat dari biasanya, atau sesak napas saat berbaring
- Nyeri tajam di telinga atau bawah rahang — rasa sakit saat menelan yang menjalar ke telinga
- Kelopak mata atau wajah bengkak — pembengkakan di wajah atau kelopak mata, terutama di satu sisi
- Penurunan kesadaran atau kebingungan — tanda infeksi sudah sangat parah
Pertolongan Pertama: Lakukan Ini
Segera ke IGD — jangan tunda. Jika sulit bernapas sangat berat, panggil ambulans daripada mengemudi sendiri.
- Posisi duduk tegak atau setengah duduk — posisi ini membantu pernapasan lebih lancar dan mengurangi pembengkakan
- Jangan makan atau minum sebelum ke rumah sakit — dokter mungkin perlu tindakan cepat dan perut kosong lebih aman
- Catat gejala dan waktu mulai — kapan demam pertama, apa yang dirasakan, ada riwayat sakit gigi atau radang amandel. Informasi ini penting untuk dokter di IGD
- Bawa identitas dan informasi asuransi kesehatan — percepatan proses registrasi
Pertolongan Pertama: Jangan Lakukan Ini
- Jangan coba tusuk atau produksi abses sendiri — membuka abses tanpa steril bisa menyebarkan infeksi lebih dalam ke dada atau darah
- Jangan tunggu dengan harap sembuh sendiri — abses tidak akan hilang tanpa drainase medis dan antibiotik. Penyakit ini bergerak cepat
- Jangan hanya minum obat demam atau pereda nyeri rumahan — ini hanya menutupi gejala tanpa mengatasi infeksi yang berkembang
- Jangan minum atau makan sesuatu yang sangat panas — bisa memicu penyebaran infeksi lebih cepat
- Jangan berbaring datar sepenuhnya — posisi datar meningkatkan pembengkakan dan memperburuk napas
Penanganan di Fasilitas Kesehatan
Di IGD atau ruang rawat THT, dokter akan melakukan:
- Pemeriksaan fisik dan tanda vital — mengevaluasi jalan napas, suhu, denyut jantung, dan tekanan darah
- Pemeriksaan imaging — foto rontgen leher atau CT scan untuk melihat posisi dan ukuran abses, serta apakah jalan napas tertekan
- Tes darah — memastikan ada infeksi dan melihat respons sistem kekebalan tubuh
- Pemberian antibiotik infus — dimulai segera setelah diagnosis, tanpa menunggu hasil laboratorium lengkap
- Drainase abses oleh dokter — dokter bedah THT akan membuat sayatan untuk mengeluarkan nanah, dilakukan di ruang operasi atau ruang tindakan khusus, terkadang di bawah anestesi
- Penanganan sumber infeksi — jika berasal dari gigi, dokter gigi akan ditarik ke tim untuk menangani gigi yang bermasalah
Perawatan lanjutan meliputi minum antibiotik sesuai resep sampai habis (biasanya 7-14 hari), istirahat, dan kontrol berkala dengan dokter THT untuk memastikan tidak ada komplikasi atau kambuhan.
Pencegahan
- Jaga kesehatan gigi dan mulut — sikat gigi 2 kali sehari, gunakan floss, dan periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan
- Tangani infeksi gigi dengan cepat — infeksi gigi yang dibiarkan bisa menyebar ke ruang leher dalam. Jika ada gigi nyeri berkepanjangan, jangan tunda ke dokter gigi
- Hindari trauma pada tenggorokan — hati-hati saat makan tulang, biji, atau benda tajam yang bisa melukai dinding kerongkongan
- Tangani radang amandel dengan baik — jika sering radang amandel, konsultasi dengan dokter THT tentang pencegahan atau pengobatan yang sesuai
- Jaga daya tahan tubuh — istirahat cukup (7-8 jam), makan nutrisi seimbang, hindari stres berkepanjangan, terutama di musim hujan saat infeksi pernapasan sering terjadi
Punya keluhan serupa?
Pemeriksaan langsung membantu memastikan penyebab dan menentukan langkah yang tepat. Buat janji dengan Spesialis THT-BKL di RS Columbia Asia Semarang.
Hubungi Admin RSCA Semarang